11 Tempat Wisata Paling Terisolasi di Dunia, Tapi Pemandangannya Menakjubkan 

11 tempat ini terbilang aneh lantaran ketika tiba kamu akan merasakan jauh dari teknologi canggih. Cuacanya juga cukup ekstrem.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Pulau Socotra merupakan pulau yang menampung 800 spesies tanaman langka. Beberapa tanaman ada yang bentulnya aneh sehingga terlihat seperti tanaman berasal dari planet lain. 

11 Tempat Wisata Paling Terisolasi di Dunia, Tapi Pemandangannya Menakjubkan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jangan mengaku-ngaku memiliki jiwa petualang tinggi jika belum menginjakkan kaki di 11 tempat terpencil ini.

Dilansir dari relocationtarget.com, umumnya sejumlah petualang mencari tempat baru untuk dijelajahi.

Tempat tersebut biasanya belum pernah dikunjungi orang lain, menjelajahi samudera hingga gua-gua.

 

Namun, 11 tempat ini terbilang aneh lantaran ketika tiba kamu akan merasakan jauh dari teknologi canggih.

Cuacanya juga cukup ekstrem hingga harus melewati berbagai rintangan ke lokasi tersebut.

Baca juga: 5 Tempat Terpencil di Dunia Tapi Punya Pemandangan Memukau

Baca juga: 6 Tempat Paling Terpencil di Dunia, Banyak Tumbuhan Aneh Ditemukan

Baca juga: Dibangun Tahun 1953 di Pulau Terpencil dan Tak Miliki Tetangga, Siapa Pemilik Rumah Misterius Ini?

Selain itu, dari 11 tempat liburan itu hanya dihuni sekitar 20-50 penduduk saja, lantaran tempat ini merupakan tempat berada paling sudut di bumi yang sangat jauh dari perkotaan.

1. Palmerston Island

Pulau Palmerston terletak 2.000 mil di barat laut Selandia Baru.

Pasir putih yang indah di pulau ini merupakan rumah bagi penduduk yang hanya jumlahnya sebanyak 62 orang.

Diketahui 59 orang diantaranya di pulau terpencil itu merupakan keturunan dari seorang pria bernama William Marsters yang menetap bertahun-tahun di tempat itu.

Tidak ada toko atau pasar di pulau Palmerston lantaran penduduknya tidak menggunakan uang, terkecuali untuk membeli persediaan lain dari luar pulau.

Pulau Palmerston hanya dikunjungi kapal pasokan makanan selama dua tahun sekali, tapi tidak jarang sebagian penduduk pernah merasakan selama 18 bulan tanpa pengiriman pasokan makanan.

Dari wilayah Tahiti, memakan waktu 8 hari untuk bisa ke Pulau Parmeston.

Jika berkunjung ke sana, penduduk sangat menyambut dan mengundang mereka untuk tinggal di rumah pribadi mereka.

Namun, jika tinggal di sana anda hanya hidup seadanya, dan aliran listrik hanya dialiri 6 jam sehari, serta 4 jam untuk akses internet.

Baca juga: Korea Utara, Negara Paling Terisolasi di Dunia, Apakah Warganya Bebas Pandemi Corona?

2. Supai Village, Arizona

Grand Canyon, Amerika Serikat jadi salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Namun tak jauh dari Grand Canyon, ada wilayah bernama Desa Supai dan paling jarang dikunjungi oleh orang lain.

Supai adalah sebuah desa terpencil yang terletak di cabang barat daya ngarai, Amerika Serikat dan pusat suku dari Suku Havasupai (Penduduk asli Grand Canyon).

Wisatawan dipersilakan mereservasi wilayah yang jauhnya mencapai 8 mil.

Jika ingin ke lokasi tersebut, harus menggunakan kuda tau helicopter.

Havasupai berarti "Orang-orang di Perairan Biru Hijau" dan di sana anda menemukan empat air terjun yang indah di sepanjang Sungai Havasu.

Air terjun itu merupakan sumber air utama untuk 208 penduduk di sana.

3. Oymyakon, Russia

Oymyakon, Siberia, Rusia
Oymyakon, Siberia, Rusia (momondo.co.uk)

Oymyakon, Rusia merupakan wilayah cuaca dingin terekstrim dimuka bumi ini dan sangat terpencil.

Suhu di Oymyakon, Rusia rata-rata  minus 58 derajat.

Untuk sampai di sana, harus menggunakan angkutan udara dari Moskow ke Takutsk atau Magadan, atau sekitar 560 mil jauhnya.

Di wilayah itu mendapat julukan "Road of Bones" atau jalan kematian.

Sebab, di sana tidak ada air yang mengalir karena semuanya beku.

Uniknya, terdapat sekitar 500 penduduk menghuni di Oymyakon dan para penduduk itu tak pernah merasakan siang hari dan mengalami 21 jam malam hari.

4. Pitcairn Island, British Overseas Territory

Tahu cerita 'Mutiny on the Bounty'? Jika anda tahu pastinya tidak akan asing mendengar pulau yang bernama  Pulau Pitcairn yang selitar tahun 1790 hanya dihuni oleh sejumlah pemberontak.

Kemudian, para pemberontak pemerintahan Inggris ini akhirnya meninggalkan bangunan rumahnya di kawasan terpencil tersebut.

Sisa-sisa bangunan Polinesia, termasuk alat pemanggang yang dibuat dari tanah, situs pemakaman, dan dewa-dewa batu tertinggal di pulau itu.

Pulau Pitcairn adalah wilayah luar dari Inggris yang terletak 3.300 mil dari Selandia Baru, yang sebelumnya pulau itu merupakan tempat kantor pusat administratif pulau.

Saat ini hanya 50 orang saja yang berhuni di pulau tersebut dan dijuluki warga Pitcairn.

Wisatawan yang berkunjung ke pulau itu, perlu waktu 32 jam.

5. Siwa Oasis, Mesir

Wisatawan di Siwa Oasis
Wisatawan di Siwa Oasis (Instagram/nika.k.art)

Perlu 5 jam ke wilayah ini jika berangkat dari Kairo, Mesir menggunakan bus wisata.

Tetapi wilayah ini terisolasi di tengah Gurun Barat.

Uniknya, di wilayah ini ada tempat pemandian Cleopatra, mata air mineral mewah, serta mencicipi buah zaitun dan kurma lezat yang ditanam secara lokal.

Ada pondok-pondok ramah lingkungan yang terbuat dari lumpur dan garam yang tersedia untuk menampung pengunjung.

6. Socotra Island, Yemen

Pulau Socotra
Pulau Socotra (videos.allflavors.net)

Pulau Socotra merupakan pulau yang menampung 800 spesies tanaman langka.

Beberapa tanaman ada yang bentulnya aneh sehingga terlihat seperti tanaman berasal dari planet lain.

Faktanya, karena bentuknya yang tidak dari tanaman ini ternyata 1/3 di antaranya tak  ditemukan di tempat lain di bumi ini selain Pulau Socotora.

Diketahui tanaman-tanaman itu hanya mampu beradaptasi di pulau itu yang rata-rata dikelilingi padang pasir.

Pulau ini terletak sekitar 400 mil dari ibukota Yaman dan pada tahun 2011, akses jalan ke wilayah ini dibangun oleh 40.000 penduduk

7. Tristan da Cuhna

Pulau terpencil ini adalah gunung berapi di wilayah Inggris.

Pulau ini dihuni 258 orang, dan terdapat  toko, sekolah, gereja, dan rumah sakit.

Uniknya tidak ada jaringan listrik, tetapi penduduk memiliki generator gas untuk listrik.

Pulau itu dinamai oleh penemunya, yang memberikan tempat itu moniker tetapi tidak pernah benar-benar menginjakkan kaki di atasnya.

Pulau 1.732 mil dari Cape Town, Afrika Selatan, dan kapal-kapal wiksatwan mengunjungi pulau itu hanya 9 kali per tahun.

8. Utqiagvik, Alaska (Barrow)

Kota dingin ini memiliki dua nama. Barrow adalah nama yang diberikan untuk menghormati Sir John Barrow, Sekretaris ke-2 Angkatan Laut Inggris, meskipun tidak jelas apa maksudnya.

Tetapi bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang telah tinggal di sana sejak setidaknya 500 Masehi.

Orang-orang pribumi menyebut kota Utqiagvik.

Musim hangat di wilayah ini hanya terjadi 3 bulan sekali dengan suhu 36F.

Namun untuk musim dingin terjadi 65 hari berturut-turut tanpa ada sinar matahari dengan suhu 3F)

Ada 4.429 penduduk yang mendirikan rumah mereka di Utqiagvik.

Mereka punya pemanas ruangan dengan gas alam dan memiliki layanan air dan saluran pembuangan, serta telepon, surat, radio, kabel, dan internet.

Ada hotel dan restoran. Namun, kota ini hanya dapat diakses dengan naik pesawatsatu setengah jam dari Anchorage.

9. La Rinconada, Peru

La Rinconada merupakan wilayah yang berada di puncak tertinggi di pegunungan Andes.

Kamu tidak akan bisa bertahan lama di sana lantaran anda akan mengalami gejala penyakit ketinggian, termasuk sakit kepala, mual, dan sesak napas.

Jika tiba di sana anda berada di ketinggian lebih dari 16.000 kaki, ini adalah tempat tinggal manusia tertinggi di dunia.

Sekitar 50.000 orang tinggal di sana karena musim emas di awal tahun 2000-an.

Tetapi mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan di sebuah komunitas tanpa fasilitas, infrastruktur, atau pipa ledeng.

10. Bantam, Cocos (Keeling) Islands

Kepulauan Cocos, terletak sekitar 1.700 mil dari Perth, Australia.

Sekitar 600 orang mtinggal di pulau tersebut.

Meski wilayahnya sangat terisolasi, namun menjadi objek wisata.

Penduduk di sana menyambut wisatawan dengan mengadakan kegiatan seperti snorkeling, selancar, kitesurfing, dan mengamati burung yang tersedia untuk pengunjung.

11. Changtang, Tibet

Meskipun tidak setinggi La Rinconada, ketinggian puncak gunung Chantang Tibet ada kisaran ketinggian 4.000 hingga 9.000 kaki.

Lokasi itu akrab disebut "Atap Dunia," dan dihuni oleh orang-orang nomaden yang disebut Changpa.

Tentu saja, berbagai satwa liar juga berkeliaran di sana, terutama macan tutul salju dan yak.

Jika anda penyuka iklim dingin dan gersang terdapat di Chantang.

Kamu bisa ke tempat melalui Bandara Leh, Stasiun Kereta Udhampur, atau dalam kendaraan dari Manali atau Srinagar.

Namun, kamu akan memerlukan izin untuk masuk, dan itu bisa berharga beberapa ribu dolar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved