Bangkrut Akibat Pandemi Covid-19, Maskapai Penerbangan Thailand Kini Jual Gorengan

Maskapai penerbangan Thai Airways yang bangkrut kini banting setir menjadi penjual gorengan olahan sendiri.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Maskapai penerbangan Thai Airways yang bangkrut kini banting setir menjadi penjual gorengan olahan sendiri. 

Bangkrut Akibat Pandemi Covid-19, Maskapai Penerbangan Thailand Kini Jual Gorengan

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan Thai Airways yang bangkrut kini banting setir menjadi penjual gorengan olahan sendiri.

Gorengan itu bernama patong-go, sejenis roti goreng atau cakwe yang per bulannya bisa menghasilkan omzet sekitar 10 juta baht (Rp 4,7 miliar).

Chansing Treenuchagron yang bertindak sebagai presiden maskapai mengatakan, gorengan itu sangat populer sampai orang-orang rela antre panjang membelinya tiap pagi.

Baca juga: Setelah 25 Tahun Beroperasi, Maskapai Penerbangan Palestina Tutup Selamanya

Baca juga: Terekam Google Maps, Sejumlah Pesawat Berada di Tempat Tak Semestinya 

 

Diberitakan Bangkok Post, setiap kotak seharga 50 baht (Rp 23.600) berisi tiga gorengan dan sebungkus saus celup yang terbuat dari ubi ungu dan telur custard.

Ada lima gerai makanan produksi Thai Airways itu di Bangkok, dan ke depannya mereka berencana membuat franchise.

Patong-go, camilan yang dijual oleh maskapai Thai Airways
Patong-go, camilan yang dijual oleh maskapai Thai Airways (Facebook.com/ThaiCateringTH)

Kelima gerai itu berlokasi di toko roti Puff & Pie di pasar Or Tor Kor, di kantor pusatnya di distrik Chatuchak, gedung Rak Khun Tao Fa, gedung Thai Catering di distrik Don Muang, serta kantor cabang Thai Airways di Silom.

Jajanan itu juga dijual di dua gerai provinsi Chiang Mai

Thai Airways rutin menjualnya pada pagi hari, tetapi beberapa outlet tidak setiap hari buka.

 

Thai Airways bangkrut setelah bertahun-tahun mismanajemen keuangan dan diperparah oleh pandemi virus corona.

Maskapai ini dinyatakan bangkrut dengan total utang 332,2 miliar baht (Rp 157 triliun).

Pengadilan Kebangkrutan Sentral kemudian memberikan persetujuan untuk restrukturisasi utang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved