Kurangi Penyebaran Covid-19 saat Berkendara, Coba Buka Jendela Mobil

Penggunaan kendaraan mobil untuk melakukan perjalanan jauh selama masa pandemi dinilai lebih aman ketimbang kendaraan umum.

Editor: Geafry Necolsen
Pixabay
Penggunaan kendaraan mobil untuk melakukan perjalanan jauh selama masa pandemi dinilai lebih aman ketimbang kendaraan umum. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ingin berkendara naik mobil saat pergi keluar kota.

Penggunaan kendaraan mobil untuk melakukan perjalanan jauh selama masa pandemi dinilai lebih aman ketimbang kendaraan umum.

Meski aman, tetap saja resiko penyebaran covid-19 tidak bisa dipandang sebelah mata,

Kemungkinan terkena covid-19 saat menggunakan mobil pribadi tetap ada.

Biarpun semua penumpangnya sudah memakai masker, tapi yang namanya virus ukurannya kecil sehingga bisa saja berhasil meloloskan diri dari halangan masker.

"Itu mungkin bukan masalah saat kita berada di ruangan terbuka, karena akan segera hilang terbawa angin. Tapi, jika kita berada di ruangan tertutup, seperti mobil, partikel virus tak akan tersembur keluar dari kabin.

Ia tetap berada di sana, dan terus bertambah seiring dengan waktu," Kata Varghese Mathai, seorang dosen fisika di University of Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat.

Baca juga: 7 Tips Agar Tetap Sehat di Musim Hujan dan Masa Pandemi

Baca juga: 6 Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Oleh Wanita saat Mengemudi

Cara terbaik

Dia dan koleganya dari Brown University telah membuat perangkat peraga (model), untuk mensimulasikan pergerakan partikel di dalam kabin mobil dalam beberapa situasi aliran udara segar.

Pengguna mobil yang berkendara dengan jendela terbuka
Pengguna mobil yang berkendara dengan jendela terbuka (Jill Wellington /Pixabay )

Dan seperti sudah diduga, berkendara dengan membuka semua jendela adalah cara paling efektif dalam mengenyahkan partikel kuman dari dalam mobil.

Menurut simulasi itu, bila bekendara dengan semua kaca mobil tertutup, maka ada kemungkinan 8-10 persen partikel yang dikeluarkan seseorang terhirup oleh penumpang lainnya

Kemungkinan itu turun menjadi 0,2 sampai 2 persen bila semua kaca jendela diturunkan.

Cara alternatif

Hanya saja, menurunkan semua jendela tidak akan menyenangkan di musim dingin. Maklum, penelitian ini dilakukan di AS yang saat ini sedang musim dingin.

Karena itu Mathai juga melakukan berbagai simulasi seturut berbagai kondisi.

Mobil yang digunakan untuk simulasi ini adalah Toyota Prius, di mana kemudi ada di sisi kiri.

Dalam eksperimen itu dibuat situasi seorang pengemudi, dan seorang penumpang yang duduk di sisi kanan belakang. Mobil melaju dengan kecepatan 80 kilometer/jam.

Maka sistem ventilasi yang paling baik untuk situasi ini ialah jendela yang diturunkan berada di seberang setiap orang.

Dalam hal ini adalah jendela kanan depan dan kiri belakang.

Aliran udara

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved