Travel Alert

Ke Gunungkidul Tak Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Wisatawan Harus Kembali Pulang

wisatawan luar DIY banyak yang diarahkan putar balik karena tidak membawa surat bebas covid dengan pemeriksaan rapid atau swab antigen.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Jogja
Heha Sky View, Gunung Kidul 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Gunungkidul menerapkan aturan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) untuk semua wisatawan.

Namun sejak berlakunya PTKM ini menyebabkan penurunan yang signifikan kunjungan wisata di Gunungkidul.

Penurunan ini salah satunya karena banyak wisatawan luar DIY yang tidak memiliki surat bebas corona dengan menunjukkan surat rapid tes antigen.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, dari data yang ada jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan cukup signifikan.

Contohnya tanggal 4 Januari sampai 10 Januari 2021 jumlah kunjung wisatawan ke Destinasi Wisata beretribusi mencapai 70.314 orang, dan selama PTKM tanggal 11 sampai 17 Januari 2021 hanya sekitar 30.542 orang.

"Penuruannya lebih dari separuh dari kunjungan uji coba terbatas sebelumnya," kata Harry saat dihubungi melalui sambungan telepon Senin (18/1/2021).

Dijelaskannya wisatawan luar DIY banyak yang diarahkan putar balik karena tidak membawa surat bebas covid dengan pemeriksaan rapid atau swab antigen.

Suasana Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul saat hari pertama pelaksanaan Tahap Uji Coba, Rabu (26/06/2020) lalu
Suasana Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul saat hari pertama pelaksanaan Tahap Uji Coba, Rabu (26/06/2020) lalu (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Namun demikian, pihaknya tidak mendata jumlah yang diarahkan putar balik.

Dari data survei yang dilakukan Dinpar pada Oktober 2019 sampai Maret 2020 pengunjung berasal dari luar DIY.

 

Adapun 5 wilayah terbanyak tertinggi Jawa Tengah 25,5 persen, Jawa Timur 20,14 persen, DIY 16,25 persen, Jawa Barat 11,10 persen dan DKI Jakarta 8,81 persen.

"Banyak juga yang disuruh putar balik, tetapi kami tidak mendata," kata Harry.

Harry mengatakan, tidak banyak yang berubah dalam pengaturan destinasi wisata.

Pasalnya, instruksi pusat dan provinsi tak jauh berbeda dengan yang dilakukan selama ini.

Selama 6 bulan terakhir status masih Uji Coba Terbatas, jadi masih sesuai instruksi.

Sejak Uji Coba Terbatas diberlakukan, kunjungan tiap destinasi wisata di Gunungkidul dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas.

Jam operasionalnya pun turut dibatasi.

Sebelumnya, Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti menyampaikan perubahan pada Uji Coba kali ini adalah hari libur.

Jika sebelumnya dilakukan tiap Senin, maka sekarang diubah menjadi tiap Jumat atau hari ini.

Digesernya libur ini lantaran di hari Jumat tingkat kunjungan cenderung lebih sepi.

Sehingga kontrol petugas dalam mengawasi pengunjung pun jadi lebih mudah.

"Aturan ini dikecualikan jika pada hari Jumat tersebut bertepatan dengan hari libur nasional," kata Asti.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan, pihak kepolisian bersama instansi terkait melakukan penyekatan di beberapa titik, seperti Kapanewon Ngawen, dan Semin.

Sejumlah wisatwan yang tidak memiliki surat bebas covid harus putar balik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved