Destinasi Wisata

Ada yang Bergaya Eropa, Ini 8 Objek Wisata Paling Hits di Jogja

Di sana, Anda bisa menemukan rumah-rumah bergaya kolonial Belanda dan mengabadikan momen bersama orang tersayang.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Jogja
Studio Alam Gamplong di Moyudan, Sleman. Di sana, Anda bisa menemukan rumah-rumah bergaya kolonial Belanda dan mengabadikan momen bersama orang tersayang. 

Ada yang Bergaya Eropa, Ini 8 Objek Wisata Paling Hits di Jogja

TRIBUNKALTIM.CO. TRAVEL - Berwisata ke Eropa memang membutuhkan dana cukup besar. Namun jangan khawatir.

Jika Anda ingin merasakan atmosfer layaknya di Eropa, sederet tempat wisata di Yogyakarta sudah memiliki bangunan ala ala negeri Barat.

Seperti Studio Alam Gamping yang sengaja dibuat untuk menggambarkan latar belakang abad ke-16.

Penasaran tempat mana saja yang bisa Anda kunjungi dengan sejumlah bangunan bergaya Eropa? Berikut hasil rangkuman Tribunkaltim.co yang dilansir dari Tribunjogja.com:

1. Agrowisata Bhumi Merapi: Menengok Bangunan Ala Eropa

Salah satu spot berfoto-foto ala Eropa di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang
Salah satu spot berfoto-foto ala Eropa di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang (Tribun Jogja/Alexander Ermando)

Ingin berwisata ke Gunung Merapi tapi bersama si kecil? Tak ada salahnya kan sesekali mengajak mereka mengenal alam dan menjelajahi kekayaan Gunung Merapi. 

Spot terbaik di kawasan tersebut adalah Agrowisata Bhumi Merapi. 

Di sini Anda dapat mengajak si kecil untuk mengenal alam dan mengajaknya untuk bercocok tanam,  berternak bahkan berkuda. Anda juga dapat mengabadikan momen di rumah Hobbit yang tersedia di sekitar situ.

Agrowisata Bhumi Merapi masih menyatu dengan alam dan keunikan wisatanya tergolong bersahabat untuk anak-anak. Jangan lupa untuk mencoba sensasi berkuda di arena ini.

Tenang, kuda di tempat ini jinak dan ditemani pemandu wisata sehingga Anda akan merasa aman dan tidak khawatir ketika melihat anak-anak menunggang kuda poni.

Tak hanya terkenal dengan ramah anak, baru-baru ini obyek wisata Bhumi Merapi menjadi perbincangan di media sosial. 

Sebab, destinasi wisata Sleman ini menyajikan spot berfoto seakan pengunjung sedang berada di Eropa dan berpose bak turis asing.

Komunitas Jaguar (Jogja Touris Guide Rider) HPI DIY yang merupakan sekumpulan guide penyuka touring sepeda motor blusukan ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman, salah satunya ke Agrowisata Bhumi Merapi
Komunitas Jaguar (Jogja Touris Guide Rider) HPI DIY yang merupakan sekumpulan guide penyuka touring sepeda motor blusukan ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman, salah satunya ke Agrowisata Bhumi Merapi (Disbudpar Kabupaten Sleman)

Saat pengunjung tiba di lokasi ini, Anda akan disambut langsung oleh lorong sempit dengan tembok berwarna-warni seakan-akan sedang berada di Italia atau Prancis.

Selanjutnya, Anda akan menemukan area kecil yang mirip dengan lorong kota London, Inggris. Dilanjut dengan bangunan serba kayu berhias bendera layaknya berada di Swedia.

Area berikutnya, pengunjung disambut dengan tembok bata coklat bersusun tinggi menyerupai bangunan di Roma.

Diakhir perjalanan sebagai penutup, pengunjung dibuat terpesona dengan bangunan serba putih mirip dengan Santorini sebagai destinasi populer di negara Yunani.

Tempat ini terletak di Jalan Kaliurang Km 20, Sawangan, Hargobinangun, Pakem Kabupaten Sleman. Anda juga akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,-/orang.

2. Studio Alam Gamplong, Wisata Mesin Waktu Abad 16

salah satu sudut di Studio Alam Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman
salah satu sudut di Studio Alam Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Jika Anda menganggap wisata di Yogyakarta sebagian besar berupa wisata alam, Anda tak sepenuhnya salah. Namun, ada juga wisata budaya yang hanya dimiliki Yogyakarta, seperti Studio Alam Gamplong.

Studio ini terletak di Sumberrahayu, Moyudan, Dukuh, Sumberrahayu, Sleman.

Dibangun diatas lahan dua hektar pada tahun 2017, tempat ini digunakan untuk keperluan shooting film 'Sultan Agung The Untold Story'.

Namun, kini, tempat tersebut bisa dinikmati oleh para wisatawan yang ingin merasakan kehidupan di zaman dulu.

Bagi yang tidak ingat, film Sultan Agung merupakan film bergenre drama kolosal yang bercerita tentang perjuangan Sultan Agung, film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Berbagai macam bangunan semi permanen yang mencerminkan kehidupan Bangsa Indonesia pada abad ke 16 dan 17 berdiri di kawasan ini, mulai dari Gerbang Keraton Karta Kerajaan Mataram, Pendopo Alit Keraton Karta, Pendopo Ageng Keraton Karta, Benteng Holandia atau Batavia, Kawasan Kampung Mataram, hingga Kampung Pecinan. 

Bangunan–bangunan tersebut menjadi daya tarik utama dari tempat ini, nuansa Indonesia pada abad 16 & 17 an mejadi background foto yang menarik, selain itu masih banyak lagi properti dan bangunan indonesia Tempoe Doeloe yang bisa dijadikan sebagai spot foto menarik.

Studio Alam Gamplong, Wisata Mesin Waktu Abad 16
Studio Alam Gamplong, Wisata Mesin Waktu Abad 16 (instagram.com/gamplong_studio)

Selain dijadikan tempat syuting film Sultan Agung, film Bumi Manusia yang baru-baru ini booming juga syuting di sini.

Tak heran, tempat ini menjadi lebih ramai. Gamplong Studio Alam dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wib.

Sedangkan tiket masuknya sendiri, wisatawan hanya akan ditarik biaya seikhlasnya pada kotak sumbangan dana kebersihan.

Namun jika membawa kamera, wajib merogoh kocek antara Rp5.000 hingga Rp10.000 guna menebus permit card, semacam bukti izin untuk memotret.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Gamplong Studio melalui kota dapat menuju arah Barat. Dari titik 0 kilometer, kamu bisa menuju arah Barat lurus. Ikuti jalan utama hingga akhirnya sampai di Jalan Wates.

Dari Jalan wates KM 15 tepatnya di pertigaan Klangon belok ke kanan lurus hingga akhirnya menyeberangi jembatan rel kereta api kemudian belok kiri.

Ikuti jalan tersebut hingga akhirnya melihat sebuah lapangan. Ambil jalan sebelah kiri kurang lebih 300 meter. Dari titik itu, Anda akan menemukan Studio Alam Gamplong.

3. Merapi Park Yogyakarta, Menikmati 12 Ikon Dunia di Yogyakarta

The World Landmarks Merapi Park
The World Landmarks Merapi Park (visitingjogja.com)

Berkeliling dunia bisa jadi impian banyak orang. Namun terkadang, budget juga yang menentukan. Apalagi di negara-negara dunia pertama yang memiliki mata uang lebih tinggi.

Tapi Anda tak perlu bersedih. Saat ini, di Yogyakarta sudah ada suatu tempat dimana Anda bisa mengelilingi sepuluh tempat wisata kenamaan di dunia tanpa harus berkunjung ke negaranya.

Destinasi wisata tenar itu berbentuk taman yang sangat rapi dan indah untuk dikunjungi. Di taman ini terdapat berbagai macam spot latar foto yang menarik.

Biasanya, wisatawan senang mengunjungi Merapi Park di pagi hari. Ini dikarenakan udara pagi di sekitar tempat itu masih terasa segar. Dengan begitu, paru-paru mendapat asupan udara pagi tanpa polusi.

Apa saja yang ada di Merapi Park? Saat ini, Merapi Park memiliki beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi, yakni The World Landmarks, Kids Waterpark, dan Cowboy Town & Horse Riding.

Ketiga wahana ini makin seru dengan kehadiran 12 landmarks.

12 landmarks itu beberapa diantaranya ada menara Eiffel, menara Pisa, patung Liberty, telepon umum London, Big Ben, kotak pos London, dan masih banyak lagi.

Di area Cowboy Town, Anda bisa mengendarai kuda untuk berjalan-jalan menikmati keindahan alam sekitar. Ingin swafoto di sini?

Beberapa bangunan landmark dunia di Merapi Park
Beberapa bangunan landmark dunia di Merapi Park (tribunjogja/wahyu setiawan nugroho)

Bisa. Seluruh pengalaman berkuda itu dapat dinikmati dalam suasana sejuk udara pegunungan.

Saat menyewa kuda, Anda bisa memilih untuk menggunakan aksesoris ala koboi, seperti topi atau jaket indian.

Untuk menikmati fasilitas berkuda ini, pengunjung dikenakan biaya Rp. 15.000 saja.

Tertarik untuk mengunjungi Merapi Park? Biaya tiket masuk ke tempat wisata Merapi Park tidak mahal. Pengunjung dikenakan biaya Rp. 20.000/orang untuk masuk.

Sedangkan untuk masuk area Kids Waterpark pengunjung dikenakan biaya Rp. 10.000/orang.

Untuk keperluan parkir kendaraan, biaya parkir di Merapi Park dikenakan biaya sebesar Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 5000 untuk mobil. Merapi Park berada di Jalan Kaliurang Km 22,5, Pakem, Sleman.

4. Rumah Paris

rumah paris 2
rumah paris 2 (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Rumah bergaya klasik ala Eropa ini memberikan nuansa layaknya bangunan di negeri barat.

Tak hanya itu, Rumah Paris juga bisa berfungsi sebagai akomodasi pilihan jika berkunjung ke Yogyakarta.

Nuansa warnanya pastel, membuat siapapun merasa hangat ketika mengunjungi.

Rumah ini memiliki 3 kamar dan dilengkapi dengan ruang tamu, tempat makan, dapur, kamar mandi, Toilet, TV, AC hingga halaman depan dan belakang untuk bersantai bersama keluarga. 

Di samping rumah ini juga terdapat sawah syang dapat dijadikan tempat jalan-jalan sore. 

Lokasinya sangat strategis dan dekat dengan beberapa objek wisata.  

rumah paris 3
rumah paris 3 (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Anda memerlukan waktu 25-30 menit untuk menuju kota. 

Di sini pengunjung juga dapat memanfaatkn sesi foto dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 200.000,-.

Sementara itu, tarif kamar di sini terbilang murah dan terjangkau. Anda cukup merogoh kocek Rp 500.000,- hingga Rp 600.000,- per malamnya.

Jika Anda ingin menyewa satu rumah, Anda akan dikenakan biaya sebesar 1,5-2 juta itu pun tergantung dengan tanggal dan bulan. Jika Anda berlibur di musim liburan tentu harga akan jauh lebih mahal. 

Rumah Paris ini beralamatkan di Jl. Parangtritis Km. 8,4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Cafe Brick Jalan Damai

Cafe Brick- Spot Foto Wisata di Jogja yang Instagramable ala Eropa
Cafe Brick- Spot Foto Wisata di Jogja yang Instagramable ala Eropa (instagram.com/cafebrickjogja)

Satu lagi bangunan bergaya Eropa di Yogyakarta, Cafe Brick. Di kafe ini, banyak spot yang bagus untuk dijadikan tempat foto.

Dinding-dindingnya terlihat seperti susunan batu bata. Tentu, ini adalah spot terbaik untuk Anda yang ingin mengambil foto untuk Instagram.

Selain itu, Anda dapat menikmati makanan di kafe ini dengan harga terjangkau berkisar Rp 20.000 hingga Rp 150.000.

Sedangkan untuk minuman dibandrol mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 40.000. 

6. The Lost World Castle 

The Lost World Castle
The Lost World Castle (instagram.com/aslijogjakarta)

Banyak orang mengatakan The Lost World Castle merupakan ‘Benteng Takesi’ nya Sleman, DI Yogyakarta.

Pengunjung dapat menikmati udara yang segar, serta berjalan-jalan di area kastil tersebut. Pengunjung cukup merogoh kocek kurang lebih Rp 25000. Dengan jam oprasional mulai pukul 07.00-18.000 WIB.

Dalam area ini pengunjung dapat mengabadikan gambar dengan menyewa kostum.

Lokasi ini bersebrangan dengan Rumah Hobit. Tak jauh juga dengan wisata merapi lainnya. 

Jika Anda berkunjung ke lokasi ini, Tribunjogja.com menyarankan luangkan waktu seharian untuk bermain di kawasan Utara Yogyakarta tersebut.

7. Soragan Castle

Soragan Castle- Spot Foto Wisata di Jogja yang Instagramable ala Eropa -1
Soragan Castle- Spot Foto Wisata di Jogja yang Instagramable ala Eropa -1 (instagram.com/mangengkingsoragancastle)

Gubug Makan Mang Engking Soragan Castle atau lebih dikenal dengan Soragan Castle tempat ini memiliki nuansa kerajaan kuno meski bentuknya tak sebesar kastil yang sesugguhnya.

Tempat makan ini mulai dikenal dan hits pada tahun 2016. 

Mang Engking sendiri menyajikan berbagai macam masakan yang didominasi dengan seafood. 

Selain bangunan yang unik dan makanan yang lezat, pengunjung juga dapat menikmati udara yang sejuk dengan tanaman-tanaman yang menyegarkan mata.

Lokasi Soragan Castle atau Mang Engking ini berada di Jalan Soragan No.13 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. 

Jangan sampai salah alamat, sebab gubug dengan bangunan kastil ini hanya berada fi jalan Soragan. 

8. Gereja Tua Sayidan

Gereja Tua Sayidan
Gereja Tua Sayidan (instagram.com/anggitpramestaa)

Bangunan gereja kuno yang menyerupai bangunan Eropa tersebut terletak di daerah Gondomanan. Bangunan tua ini terkenal dengan nama Gereja Gotik.

Cukup menyita perhatian dikalangan pemburu foto karena mencoloknya menara yang tinggi terlihat dari jalan Prawirodirjan, Gondomanan, Kota yogyakarta.

Gereja tersebut bukanlah tempat ibadah, melainkan rumah hunian. Lokasi ini sebeumnya sempat viral di tahun 2017.

Akses tempat ini memang terdapat di kota, sehingga membuat bangunan ini dapat dijadikan pilihan pengunjung yang hendak berlibur ke daerah Istimewa tersebut. 

Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Geafry Necolsen

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved