Travel Alert

Pilot Ungkap Risiko Turbulensi Makin Kuat, Setiap Tahun Ada 100 Pramugari yang Terluka 

Adanya turbulensi saat penerbangan ini membuat pesawat yang ditumpangi itu seolah terlempar dan naik turun di udara untuk beberapa saat.

istimewa
Setiap tahun di seluruh dunia, sekitar 100 orang, setengah dari mereka berisi pramugari terluka akibat turbulensi yang cukup serius sehingga membutuhkan perhatian medis 

TRIBUNTRAVEL.COM - Turbulensi adalah salah satu alasan yang membuat sebagian orang masih takut naik pesawat.

Adanya turbulensi saat penerbangan ini membuat pesawat yang ditumpangi itu seolah terlempar dan naik turun di udara untuk beberapa saat.

Turbulensi disebabkan oleh massa udara yang bertabrakan dengan kecepatan dan arah angin yang berbeda.

Jadi tidak heran ketika penumpang duduk diam di kursi pesawat terasa seperti digoyangkan dari kursi.

Turbulensi ini tentu sudah dirasakan oleh hampir semua orang yang pernah melakukan penerbangan.

Namun, seorang pilot mengungkapkan jika turbulensi pada penerbangan baru-baru ini bisa saja semakin kuat untuk terjadi.

Patrick Smith membagikan wawasan tersebut dalam bukunya Cockpit Confidential.

Ilustrasi pilot bekerja di kokpit pesawat, Sabtu (29/8/2020).
Ilustrasi pilot bekerja di kokpit pesawat, Sabtu (29/8/2020). (Pixabay/imcockpit)

Dia menjelaskan soal perubahan iklim yang berdampak pada terjadinya turbulensi.

Menurutnya, pemanasan global bisa membuat fenomena cuaca menjadi 'lebih kuat'.

Itu artinya jumlah insiden turbulensi di udara semakin meningkat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved