Transportasi

Setelah 25 Tahun Beroperasi, Maskapai Penerbangan Palestina Tutup Selamanya

Palestina Airlines telah mengumumkan bahwa mereka menutup layanan untuk selamanya.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Palestina Airlines telah mengumumkan bahwa mereka menutup layanan untuk selamanya. 

Palestina Airlines didirikan pada tahun 1995, mengikuti Perjanjian Oslo II yang ditandatangani oleh Israel dan Palestina yang dimaksudkan untuk mendirikan bandara di Jalur Gaza.

Maskapai didirikan dengan dukungan keuangan dari Belanda dan Arab Saudi.

Yang pertama menyumbangkan dua Fokker F50, dan yang terakhir sebuah Boeing 727.

Maskapai ini mulai beroperasi pada Juni 1997 dengan serangkaian penerbangan charter dari Bandara Port Said Mesir ke Jeddah di Arab Saudi.

Layanan terjadwal dimulai sebulan kemudian, dari Bandara El Arish Mesir ke Yordania dan Arab Saudi.

Sementara itu, Bandara Internasional Yasser Arafat di Gaza didanai oleh Jepang, Mesir, Arab Saudi, Spanyol, dan Jerman, serta dirancang oleh arsitek Maroko. Ini membuka pintu dan landasan pacu pada November 1998.

Upacara tersebut dihadiri oleh Presiden AS Bill Clinton dan dipandang sebagai langkah menuju kenegaraan Palestina.

Setelah peresmian, Palestine Airlines memindahkan semua operasi ke rumah barunya.

Namun, Bandara Internasional Gaza yang kemudian berganti nama dengan dikenal sebagai Intifada Kedua dan ditutup pada Oktober 2000.

Menara kendali dan stasiun radionya dihancurkan oleh Angkatan Udara Israel pada bulan Desember 2001.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved