Travel Alert

Minum Kopi Pakai Gelas Kertas, Ini Bahaya yang Bakal Mengintaimu

Awal tahun ini, tim peneliti dari Arizona State University menemukan jejak bisphenol A (BPA) di setiap sampel jaringan manusia (paru-paru, ginjal, lim

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Kopi gelas kertas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kopi menjadi satu minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah teh.

Meski dikenal memiliki banyak manfaat, kopi bisa memberikan efek buruk bagi tubuh jika dikonsumsi berlebih.

Selain jumlah asupannya yang harus pas, kopi juga tidak boleh diminum dengan sembarang wadah.

Studi yang dimuat di The Journal of Hazardous Materials menemukan, kopi, teh, dan minuman panas lain yang diminum dari wadah berupa gelas kertas dengan lapisan film plastik dapat membuat tubuh terpapar partikel mikroplastik berbahaya.

Partikel tersebut berpotensi menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan tubuh.

"Rata-rata orang yang minum tiga cangkir teh atau kopi setiap hari dalam gelas kertas akan menelan 75.000 partikel mikroplastik kecil yang tidak terlihat dengan mata telanjang," kata penulis utama studi Sudha Goel, MD.

"Dalam 15 menit kopi atau teh dibiarkan sebelum dikonsumsi, lapisan mikroplastik di gelas kertas akan terurai," tambahnya.

Studi dilakukan oleh tim peneliti akademis di India Institute of Technology.  Partikel mikroplastik didefinisikan sebagai potongan kecil plastik atau serat sintetis berukuran 5 mm atau kurang.

Partikel ini ada di produk yang dekat dengan kita setiap harinya, seperti ban mobil, pakaian, dan produk kecantikan.

Laporan studi mengatakan mikroplastik yang jumlahnya banyak menemukan jalan ke sumber air dan lautan bumi, dan menimbulkan ancaman bagi kehidupan laut maupun manusia.

Mikroplastik

Berdasarkan studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), plastik mikro ada di 90 persen dari semua sampel air kemasan yang diuji pada 259 botol (11 merek) terpisah di sembilan negara berbeda.

Para ahli mengingatkan potensi bahaya mikroplastik.

Menghirup partikel mikrofiber bisa menyebabkan penyakit seperti kanker.

Awal tahun ini, tim peneliti dari Arizona State University menemukan jejak bisphenol A (BPA) di setiap sampel jaringan manusia (paru-paru, ginjal, limpa, dan hati).

Bisphenol A adalah bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk membuat plastik yang dapat merusak tubuh manusia.

"Kami tidak ingin khawatir, tetapi hal ini merisaukan bahwa bahan non-biodegradable yang ada di mana-mana dapat masuk dan terakumulasi dalam jaringan manusia," sebut Varun Kelkar, peneliti dan mahasiswa PhD di ASU.

Para ahli di Consumer Reports menjelaskan bahaya bahan kimia tersebut.

"Bahan kimia ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan reproduksi dan obesitas, ditambah masalah organ dan keterlambatan perkembangan pada anak."

Untuk meminimalkan konsumsi mikropartikel, ada beberapa langkah yang bisa diikuti.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved