Nelayan Temukan Drone Kapal Selam yang Diduga Sedang Menjalankan Misi Rahasia

Menurut media lokal, kendaraan bawah air tak berawak (UUV) ditemukan pada 20 Desember di dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.

Editor: Geafry Necolsen
Twitter/jatosint
Menurut media lokal, kendaraan bawah air tak berawak (UUV) ditemukan pada 20 Desember di dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang nelayan Indonesia telah menemukan sebuah kapal selam drone yang mencurigakan.

Menurut para ahli, kemungkinan kapal selam tak berawak itu milik China.

Kapal selam tersebut ditemukan di perairan rute maritim strategis dari Laut China Selatan ke Australia.

Menurut media lokal, kendaraan bawah air tak berawak (UUV) ditemukan pada 20 Desember di dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.

Benda itu diserahkan kepada polisi enam hari kemudian, lalu dipindahkan ke pos militer.

Pengamat militer mengatakan jika kapal selam itu tampaknya merupakan UUV Wing Laut China (Haiyi).

Kapal selam drone ini dikembangkan oleh institut otomasi Shenyang di Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Secara publik, kapal selam itu dideskripsikan sebagai alat pengumpul data termasuk suhu air laut, salinitas, kekeruhan, dan tingkat oksigen.

 

Informasi tentang arus dan arah gerakan dikirimkan secara real time.

Temuan mengejutkan ini disebarluaskan dengan diunggah ke dalam akun sosial media Twitter oleh akun @Jatosint.

DIlihat TribunTravel pada Kamis (31/12/2020), pada unggahan itu disematkan pula informasi tentang berat, panjang, dan informasi lain dari kapal selam tersebut.

Menurut outlet yang berfokus pada militer Naval News , data UUV bisa sangat berharga bagi perencana angkatan laut, khususnya untuk operasi kapal selam.

"Semakin banyak angkatan laut yang mengetahui perairan (Indonesia), semakin baik pula kemampuannya untuk menyembunyikan kapal selamnya."

China telah dituduh melakukan aktivitas ekspansionis di Laut China Selatan yang disengketakan dan telah melakukan penelitian oseanografi secara luas di wilayah yang diyakini penting secara militer.

Pada 2019 China melakukan survei laut di utara Papua Nugini, tempat AS dan Australia mengoperasikan pangkalan angkatan laut bersama di Pulau Manus, dan pada Maret tahun ini di dekat Pulau Christmas, wilayah Australia di barat laut benua utama.

Kapal selam diketahui secara teratur transit di daerah tersebut, ABC melaporkan.

Seorang analis keamanan Indonesia, Muhammad Fauzan, mengatakan kepada ABC bahwa pesawat tak berawak itu kemungkinan besar memetakan rute kapal selam di masa depan, mengingat pesawat itu ditemukan jauh dari perairan China dan di rute laut yang signifikan antara China dan kota paling utara Australia, Darwin.

Fauzan mengatakan ada pertanyaan signifikan seputar apakah drone itu, jika merupakan instrumen China, digunakan untuk pengumpulan intelijen atau survei ilegal.

“Setidaknya ini ketiga kalinya drone semacam itu, yang saya dan banyak orang termasuk ahli yakini sebagai kapal selam drone bawah air buatan China, ditemukan di wilayah perairan Indonesia,” katanya.

“Tapi mungkin penemuan terbaru ini lebih signifikan karena pertama kalinya, dilaporkan bahwa kapal selam drone tersebut masih aktif ketika para nelayan menemukannya."

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved