Tips dan Trik

Mobil Overheat Saat Liburan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Saat macet dan mesin kendaraan terus hidup tentu sangat berbahaya, sebab kondisi ini dapat membuat mobil Anda mengalami overheat atau terlalu panas.

Shutterstock
Mobil yang mengalami overheat harus segera menepi dan mendinginkan kembali suhu mesin 

Mobil Overheat Saat Liburan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Saat liburan menggunakan mobil pibadi, kemacetan merupakan pemandangan yang lumrah dan biasanya terjadi.

Macet saat musim liburan tentu sangat membosankan serta membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dari yang diharapkan.

Apalagi jika saat macet mesin kendaraan dalam keadaan hidup terus menerus.

Berapa Jam Durasi Mengemudi yang Aman Saat Liburan?

Pasang Kasur di Mobil Saat Liburan Justru Membahayakan Anak, Ini Penjelasannya

Hanya dengan Rp 100 Ribu, Kamu Bisa Bawa 3 Oleh-oleh dari Pacitan

Saat macet dan mesin kendaraan terus hidup tentu sangat berbahaya, sebab kondisi ini dapat membuat mobil Anda mengalami overheat atau terlalu panas.

“Saat perjalanan jauh menggunakan mobil pribadi seringkali yang terjadi adalah overheat,” ucap kepala bengkel Nissan-Datsun Depok, Ade Heryawan, seperti dilansir laman CNN.

Ade menuturkan, bahwa meski overheat sering terjadi saat perjalanan jauh menggunakan mobil pribadi, tetap saja banyak pengemudi yang tidak peka terhadap kondisi mobilnya.

Dan tetap melanjutkan perjalanan meskipun kondisi mesin mobil dalam keadaan yang sudah terlalu panas.

Mobil Ditinggal Liburan, Perlu Cabut Aki atau Tidak?

Nyaman Saat Hujan, Perhatikan Wiper Mobil Cukup Pakai Shampo

Padahal untuk memantau peningkatan suhu mesin dapat dilakukan dengan sangat mudah, yaitu melalui penunjuk temperatur yang terdapat di bagian dashboard mobil.

“Karena itu, semua pengemudi harus memperhatikan sama penunjuk jarum (penunjuk suhu) yang ada d bagian dashboard,” ucapnya.

Saat ini menurutnya, banyak dari pengemudi yang baru menyadari bahwa mesinnya sedang dalam kondisi panas ketika jarum sudah menunjukkan bahwa mesin mengalami kepanasan (overheat).

“Terkadang orang baru sadar kalau mobil panas saat jarumnya mentok, padahal jarum terus bergerak (model analog), kadang juga udah setengah lebih arah jarumnya, baru sadar,” tambah Ade

Karena itu, dirinya menghimbau kepada para pengemudi untuk selalu lebih awas dalam memantau pergerakan jarum yang terdapat pada indikator suhu mobil.

Jika sudah paham, maka tentu akan sangat mudah bagi pengemudi dalam mengatasi mobil yang mesinnya akan mengalami overheat.

“Kalau bisa memperhatikan jarum kan dapat berhenti dulu, ngadem dulu atau bisa juga mengecek air (radiator) serta bagian kipasnya,” ujar Ade.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved