Kuliner

Ternyata Tidak Semua Orang Boleh Makan Pisang, Ini Penjelasannya

Ternyata ada beberapa orang yang justru akan merasakan dampak negatif saat dirinya mengonsumsi pisang.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Tak banyak yang tahu bahwa pisang ternyata bisa membantu memerangi depresi, membuat kamu lebih pintar, menyembuhkan mabuk, meredakan morning sickness, melindungi dari kanker ginjal, diabetes, osteoporosis, dan kebutaan. 

Ternyata Tidak Semua Orang Boleh Makan Pisang, Ini Penjelasannya

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Inilah ciri-ciri seseorang yang dianjurkan mesti menghindari konsumsi pisang. Jika tidak akan berdampak buruk.

Banyak yang beranggapan bahwa buah pisang memiliki manfaat kesehatan yang tak terduga.

Karena murah dan mudah dicari, pisang selalu jadi buah-buahan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari.

Pisang merupakan buah yang lumrah dikonsumsi berbagai kalangan karena ketersediannya yang banyak dan terjangkau.

Ternyata ada beberapa orang yang justru akan merasakan dampak negatif saat dirinya mengonsumsi pisang.

Inilah 5 ciri-ciri seseorang yang sebaiknya menghindari untuk mengonsumsi pisang.

Baca juga: 7 Manfaar Buah Pisang, Salah Satunya Mengatasi Depresi

1. Punya penyakit asma

Konsumsi pisang ternyata kurang disarankan pada penderita asma.

Pisang bisa memblokir saluran udara dan menyebabkan masalah pernapasan.

Pada penderita asma, pisang bisa menyebabkan peradangan dan menyebabkan alergi.

Dengan demikian, pernapasan menjadi lebih sulit.

2. Menderita konstipasi atau sembelit

Bagi penderita sembelit, beberapa jenis pisang ternyata bisa memperparah keadaan.

Khusus bagi pisang hijau dan pisang belum matang, kondisi sembelit ini bisa bertambah buruk.

 

Pisang tersebut kaya asam tannic yang bisa memengaruhi proses pencernaan.

Namun, pisang matang justru disarankan bagi penderita sembelit karena bisa membantu melancarkan buang air besar.

3. Menderita migrain dan masalah saraf

Merasa tengah sering terserang migrain? Sebaiknya memang hindari dahulu konsumsi pisang.

Pada pisang terkandung zat yang disebut tyramine yang bertanggung jawab untuk meningkatkan frekuensi serangan migrain dan rasa sakit.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved