Kuliner

Efek Samping Jika Makan Jengkol Berlebihan

Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masyarakat Sunda memang gemar makan nasi dengan berbagai dedaunan sebagai lalapan.

Nah, satu yang disertakan dalam lalapan adalah jengkol dan pete.

Meski banyak yang menyukai, ternyata bahan pangan ini punya efek samping, lho.

Jengkol atau jering (Archindendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.

Bijinya disukai masyarakat yang tinggal di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.

Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol.

Saat pemasakan, bisa dipastikan jengkol membuat kehebohan tersendiri.

Karena, menimbulkan bau tak sedap.

Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol.
Semur jengkol

Bukan hanya saat memasak, dari mulut dan urine yang mengonsumsi pun keluar bau tak sedap.

Penyebab bau itu sebenarnya asam amino yang terkandung dalam biji jengkol.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved