Kuliner

Empat Menu Makanan Ini Tidak Direkomendasikan untuk Sarapan Anak-anak

Tidak semua menu sarapan memiliki manfaat sama. Beberapa jenis menu sarapan ini bahkan cenderung memiliki efek merugikan kesehatan anak.

Editor: Geafry Necolsen
sheknows.com
Ilustrasi: sarapan 

Empat Menu Makanan Ini Tidak Direkomendasikan untuk Sarapan Anak-anak

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Sarapan memberikan banyak manfaat sehat, terutama bagi anak-anak.

Pastikan sarapan anak terdiri dari serat dan protein agar ia mendapatkan manfaat kesehatan terbaik, mulai dari menjaga kesehatan metabolisme, mengurangi nafsu makan berlebih di siang hari, dan menyediakan energi yang diperlukan untuk menjalani hari yang panjang di sekolah.

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang rutin sarapan pagi cenderung lebih fokus, jarang terlambat ke sekolah, mendapat skor lebih baik pada tes, dan cenderung memiliki berat badan sehat di kemudian hari.

 Anak yang Rajin Sarapan, Lebih Cerdas Secara Akademis

 Ini Akibatnya jika Anak Tidak Sarapan Sebelum ke Sekolah

Namun, tidak semua menu sarapan memiliki manfaat sama. Beberapa jenis menu sarapan ini bahkan cenderung memiliki efek merugikan kesehatan anak.

Roti Bagel

Roti bagel Bagel sangat tinggi indeks glikemik, yang berarti bahwa karbohidrat dalam bagel diubah dengan cepat menjadi glukosa dan dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Membuat anak mudah lelah dan akhirnya gampang mengantuk di sekolah. Terlalu banyak glukosa dalam aliran darah juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2.

Terlebih, bagel biasanya dilapisi krim keju, yang hanya menambah lemak jenuh tidak perlu.

Seporsi muffin bisa menjadi alternatif yang jauh lebih baik.

 Enggan Sarapan karena Takut Gemuk? Faktanya, Sarapan Malah Bikin Kurus

 Dongkrak Produktivitas Kerja dengan Sarapan yang Sehat

Sandwich cepat saji

Sebagai menu sarapan, membeli sandwich tampaknya menjadi pilihan mudah dan sehat. Lengkap dengan roti, telur, keju, dan daging, tapi sayangnya, sandwich cepat saji bukan pilihan baik bagi anak-anak.

Selain mengandung sedikit serat, sandwich cepat saji tinggi garam, lemak, dan kalori.

Namun, sandwich dapat berubah menjadi lebih sehat bila Anda membuatnya sendiri dengan roti gandum, mayones pilihan, dan tidak menggunakan daging olahan.

Perubahan kecil ini dapat menghemat ratusan kalori buruk bagi anak Anda.

Croissant

Walau dipadukan dengan bahan sehat seperti selada segar, tuna, atau telur, setiap lapis croissant mengandung mentega tinggi dan kaya akan tepung putih.

 Jangan Makan Pisang untuk Sarapan, Ini Alasannya

 Kapan Waktu Sarapan yang Tepat?

Kadar tinggi mentega ini membuat croissant sangat tinggi lemak jenuh yang berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang anak.

Selain itu, memakannya saat sarapan berisiko memberatkan pencernaan anak yang berakibat sakit perut.

Donat

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved