Travel Alert

Jangan Tidur Saat Pesawat Lepas Landas, Mengakibatkan Kerusakan Serius pada Telinga

Penerbangan memang sering kali menjadi waktu bagi para wisatawan untuk bersantai sebelum mencapai tujuan. Tak heran jika sebagian penumpang memilih t

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Sebaiknya Jangan Tidur saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat, Ini Alasannya 

Jangan Tidur Saat Pesawat Lepas Landas, Mengakibatkan Kerusakan Serius pada Telinga

TRIBUNKALTIM.CO - Ternyata Ini alasannya penumpang diimbau Tidak tidur saat Pesawat lepas landas dan mendarat

Penerbangan memang sering kali menjadi waktu bagi para wisatawan untuk bersantai sebelum mencapai tujuan.

Tak heran jika sebagian penumpang memilih tidur selama berada dalam penerbangan.

Dilansir TribunTravel dari laman Reader's Digest, tertidur saat pesawat lepas landas atau mendarat dapat mengakibatkan kerusakan serius pada telinga.

 Barang-barang yang Sebaiknya Tidak Disentuh saat di Pesawat

 Mengapa Penumpang Harus Selalu Pakai Sabuk Pengaman di Pesawat? Ini Penjelasan Pramugari

 Karakteristik Penumpang Pesawat yang Paling Menyebalkan versi Pramugari

Itu semua ada hubungannya dengan tekanan udara udara di kabin yang berubah secara cepat dan mendadak.

Jika terbangun, respon alami yang dilakukan untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga selama lepas landas maupun mendarat adalah memencet telinga.

 

Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangannya.

Saat penumpang tidur di pesawat, maka ia tidak dapat secara aktif bekerja untuk mengendurkan otot-otot dan melepaskan ketegangan.

tribunnewsAlhasil, penumpang tersebut akan rentan terhadap pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, hingga kehilangan pendengaran.

Bahkan, penumpang yang tidur saat lepas landas maupun mendarat juga bisa mengalami hidung berdarah.

"Perubahan cepat pada ketinggian mempengaruhi tekanan udara di telinga," kata Angel Chalmers, seorang ahli obat, via Express.

"Ini menyebabkan kekosongan pada tabung Eustachian yang membuat telinga merasa tersumbat dan mengurangi pendengaran," tambahnya.

Jadi, selama penerbangan berlangsung, sebaiknya penumpang tidak tertidur saat pesawat hendak mendarat maupun lepas landas.

Selama pesawat hendak mendarat atau lepas landas, selain sebaiknya tak tertidur, para penumpang juga diminta untuk menurunkan sandaran tangan.

Seperti dilansir pada laman intisari.grid.id, ternyata hal tersebut memiliki alasan tersendiri.

Sebastien Bouevier, yang bekerja sebagai instruktur Safety & Emergency Procedures untuk sebuah maskapai penerbangan besar, akan menjelaskannya.

Bouevier mengutip hukum pertama gerak Newton yang menyatakan ‘Benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan yang sama dan dalam arah yang sama kecuali ditindaklanjuti oleh gaya yang tidak seimbang.

tribunnews
ILUSTRASI penumpang pesawat. (huffingtonpost.com)

Artinya jika sandaran tangan berada dalam posisi berdiri atau tidak dalam posisi berada di bawah, maka ada potensi sandaran tangan tersebut bisa terlempar dengan kecepatan yang sama ketika pesawat mendadak berhenti saat mendarat.

Ingatlah, pesawat kecepatan pesawat untuk lepas landas dan mendarat ada pada 135 sampai 155 knot (atau sekitar 250 sampai 287 km/jam).

“Bayangkan jika sandaran tangan bisa membentur tubuh dengan kekuatan seolah-olah sedang melaju dengan kecepatan lebih dari 135 knot,” tutur Bouevier kepada Quora dikutip msn.com.

Halaman selanjutnya

Traveler perlu tahu, keselamatan penumpang merupakan ...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved