Tips dan Trik

Informasi Penting Tentang Imunisasi, untuk Mencegah Penyakit Menular

Sayang, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan desas-desus berbagai mitos keliru di luar sana

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Bayi baru lahir. Sayang, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan desas-desus berbagai mitos keliru di luar sana 

Tenang. Pemberian imunisasi sebenarnya aman dan masih dianjurkan meskipun ia sedang sakit ringan seperti batuk, pilek, infeksi telinga, atau demam ringan.

Namun, sebaiknya tetap konsultasi dulu dengan dokter soal kondisi anak sebelum melakukan prosedur ini.

Mewaspadai berbagai efek samping imuniasasi anak

Sama seperti pemberiaan obat-obatan ataupun prosedur medis lainnya, imunisasi juga memiliki efek samping.

Berikut ini beberapa efek samping paling umum yang dapat ditimbulkan setelah diimunisasi:

1. Nyeri, bengkak, dan kemerahan pada area suntikan

Setelah diimunisasi, anak Anda mungkin akan merasakan nyeri pada area yang disuntik. Selanjutnya akan muncul juga pembengkakan dan kemerahan pada area yang disuntik. Anda jangan khawatir karena ini wajar dan tidak membahayakan.

Anda dapat mengurangi efek samping ini dengan menempelkan kompres dingin. Kompres dingin dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman serta mengurangi pembengkakan yang muncul pada bekas lokasi suntikan. Umumnya gejala-gejala ini akan muncul setelah diimunisasi dan akan hilang sendiri dalam satu hingga dua hari.

4. Gejala seperti mau sakit flu

Setelah diimunisasi, Anda atau si kecil mungkin mengalami gejala-gejala seolah Anda terinfeksi virus flu. Gejalanya antara lain:

  • Demam ringan
  • Sakit maag
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit kepala
  • Lemas dan pegal-pegal

Pada dasarnya prosedur ini bekerja dengan meniru cara kerja infeksi. Oleh sebab itu, kadang prosedur ini akan memberikan efek seolah-olah tubuh Anda sedang sakit. Meski begitu, “infeksi” ini tidak benar-benar menyebabkan penyakit, tapi sedang melatih tubuh untuk membangun kekebalan terhadap penyakit.

5. Efek samping serius

Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa saja mengalami berbagai efek samping di bawah ini setelah diimunisasi, seperti:

  • Reaksi alergi parah atau anafilaktik yang ditandai dengan kesulitan bernafas dan tekanan darah turun.
  • Kejang.
  • Demam tinggi.
  • Nyeri sendi atau otot kaku.
  • Infeksi paru-paru.

Meski begitu, efek samping yang serius sangat jarang sekali terjadi. Efek samping setelah imunisasi umumnya tergolong ringan dan dapat hilang sendiri tanpa pengobatan khusus. Oleh sebab itu, Anda jangan khawatir dan jangan sampai tidak imunisasi.

Vaksin imunisasi terbukti aman

Melihat potensi efek sampingnya, Anda mungkin masih meragukan keamanan vaksinasi. Beberapa cerita di luar sana juga menyebutkan bahwa imunisasi malah menyebabkan anak sakit atau berisiko kena autisme. Namun, tidak benar bahwa imunisasi tidak aman. Berbagai penelitian sudah menjamin vaksinasi aman, efektif, dan minim risiko.

Sebelum diedarkan, vaksin akan lebih dulu melewati sejumlah tes dan uji klinis untuk menjamin cara kerja dan keamanannya. Kemanjuran dan keamanan vaksin juga terus diawasi dari waktu ke waktu oleh para ilmuwan dan pakar kesehatan dari seluruh dunia.

Jika Anda atau anak menunjukkan tanda-tanda efek samping serius seperti di atas, atau Anda khawatir terkait gejala efek samping yang tidak wajar, segera cari bantuan medis darurat atau periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Ingatlah selalu jika manfaat imunisasi akan jauh lebih besar ketimbang risiko efek sampingnya. Memilih tidak imunisasi juga tidak sebanding dengan risiko ketularan penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved