Tips dan Trik

Hindari Olahraga Fisik yang Terlalu Berat Saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas atas daya tahan tubuh adalah olahraga. Tapi, bagi masyarakat awam yang bukan atlet sebaiknya hati-hati mem

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas atas daya tahan tubuh adalah olahraga. Tapi, bagi masyarakat awam yang bukan atlet sebaiknya hati-hati memilih jenis latihan. 

Hindari Olahraga Fisik yang Terlalu Berat Saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas atas daya tahan tubuh adalah olahraga. Tapi, bagi masyarakat awam yang bukan atlet sebaiknya hati-hati memilih jenis latihan.

Sebab, olahraga berat justru bisa menurunkan imunitas di tengah pandemi virus corona penyebab Covid-19. 

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, Michael Triangto, menyarankan olahraga ringan untuk kesehatan.

Misalnya dengan senam, jalan cepat, lari, dan tai chi yang sangat cocok bagi para lansia.

Namun disaat sedang diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), olahraga tetap bisa dilakukan di rumah misalnya dengan alat bantu sepeda statis dan treadmill.

Jika tidak mempunyai kedua alat tersebut, bisa menggunakan sepeda atau menerapkan cara bicycle crunch yakni dengan membaringkan tubuh kemudian mengangkat paha, dan menekuk sedikit tubuh lalu kaki melakukan gerakan mengayuh.

Michael menerangkan, olahraga yang tepat dilakukan selama 150 menit dalam seminggu. Artinya, olahraga cukup dilakukan 30 menit setiap harinya selama 5 hari.

Sepatu olahraga
Ilustrasi olahrga lari

Olahraga yang baik kata Michael dilakukan dalam intensitas ringan hingga sedang. Olahraga yang berat bagi masyarakat awam bukan atlet, justru memperburuk daya tahan tubuh atau imunitas saat pandemi.

Dengan begitu, infeksi virus akan mudah masuk, termasuk virus corona atau Covid-19. "Apalagi jika olahraganya dipaksakan setiap hari," ujarnya.

Untuk mengetahui apakah latihan terlalu berat atau tidak, ada yang disebut sebagai test bicara. Saat melakukan gerakan aerobik, tidak boleh sampai terengah-engah hingga pada kondisi sulit untuk bicara.

Dia menambahkan sebelum berolahraga, wajib melakukan peregangan dan pemanasan terhadap otot-otot yang akan menjadi tumpuan gerakan dalam olahraga. Setelah berolahraga pun, tubuh harus didinginkan, tidak boleh langsung beristirahat seperti duduk, minum, hingga melipat kaki.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved