Tips dan Trik

Ini Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menggunakan ATM, Bisa Bikin Saldo Terkuras

Apakah kamu menggunakan kartu ATM untuk menarik dana tunai atau mendebetnya saat makan di luar, mengisi bensin, ngopi di gerai kopi, atau membeli buku

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Apakah kamu menggunakan kartu ATM untuk menarik dana tunai atau mendebetnya saat makan di luar, mengisi bensin, ngopi di gerai kopi, atau membeli buku? 

Ini Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menggunakan ATM, Bisa Bikin Saldo Terkuras

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) adalah sebuah alat elekronik yang memiliki fungsi melayani nasabah untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani seseorang.

Sebagian besar dari kamu pun menjaga penggunaan ATM mulai dari menutupi keypad pada mesin ATM ketika memasukkan PIN, hingga mengenali ATM mana yang sering membuat kartu tertelan.

Namun, apakah kamu telah menjaga agar saldo rekeningmu tidak dibelanjakan sembarangan?

Bisa jadi kamu melakukan kebiasaan di bawah ini yang justru membuatmu merampok uang sendiri tanpa sadar.

Apa saja ya?

1. Biaya-biaya ATM

Ilustrasi: Kartu ATM
Ilustrasi: Kartu ATM (Blockablock)

 

Saat kali pertama mendapatkan kartu ATM, kamu perlu menanyakan secara detail berapa banyak kamu akan di-charge ketika menggunakan ATM.

Entah itu saat menarik dana tunai, mentransfer uang, atau membayar tagihan (bila ada, sesuai bank penerbit kartu ATM kamu).

Jadi kamu tahu, misalnya, makin sering kamu mentransfer uang ke bank lain, maka makin banyak fee yang di-charge dari saldo rekeningmu.

2. PIN yang mudah diterka

Belanja online
Belanja online (net)

Pelat penutup di atas keypad juga digunakan untuk merekam nomor PIN. (Bright Side)

Kamu tentu tidak ingin menciptakan angka PIN yang asal-asalan karena pasti sulit diingat.

Mencatatnya di ponsel atau di kertas yang disimpan di dompet akan membantu, tetapi cara ini tidak aman.

Namun, ada cara yang juga tidak disarankan, yaitu membuat PIN yang mudah diterka.

Misalnya, dari ulang tahun kamu, ulang tahun anak, atau apapun yang mudah diketahui oleh pencuri.

Pencuri yang tidak kamu kenal mungkin mengetahuinya dari kartu identitas yang tercecer.

Sementara itu, “pencuri” yang ternyata orang-orang di sekitarmu, dan sudah menggenggam kartu ATM-mu, bisa menebak-nebak saja.

Untuk menciptakan nomor PIN yang mudah diingat, lihatlah pada huruf-huruf di keypad ponsel, lalu pilih sebuah kata yang dirangkai dari sejumlah angka.

3. Tidak melacak pembayaran yang dilakukan

Ilustrasi Belanja Online
Ilustrasi Belanja Online (Shutterstock)

Banyak orang yang malas mencatat pengeluaran.

Namun jika kamu ingin selalu mengikuti anggaran yang sudah kamu tentukan, maka kamu perlu tahu untuk apa saja uang dibelanjakan.

Apakah kamu menggunakan kartu ATM untuk menarik dana tunai atau mendebetnya saat makan di luar, mengisi bensin, ngopi di gerai kopi, atau membeli buku?

Sedikit-sedikit, tetapi bila dilakukan berulang kali, tentu penarikan ini akan menjadi banyak.

Mintalah bon pembayaran setiap kali kamu membelanjakan uang.

4. Memperlakukannya seperti kartu kredit

Aplikasi belanja sayuran
Aplikasi belanja sayuran (net)

Meskipun kartu ATM diciptakan untuk memudahkanmu dalam menggunakan uang, jangan menggunakannya seperti saat menggunakan kartu kredit.

Ketika membeli sesuatu dengan kartu kredit, kamu bisa mengaturnya agar baru ditagih pada bulan berikutnya.

Jika membayar dengan kartu debit, maka kamu akan kehilangan uang saat itu juga.

Ketika menarik uang tunai dari ATM, ada batas maksimal mengenai jumlah uang yang akan ditarik.

Namun, hal ini tidak tergantung saldo rekeningmu.

Hal ini berbeda dengan penarikan tunai dari kartu kredit, yang didasarkan pada prosentase dari limit kartu kreditnya.

Sederhananya, pada beberapa kasus, mengontrol pengeluaran akan lebih sulit jika kamu menggunakan kartu ATM.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved