Travel Alert

Kelihatan Rapi dan Bersih, Ini Kuman yang Harus Diwaspadai di Hotel

Ahli kuman memberi semua detail yang menjijikkan dan cara terbaik melindungi diri. Mana sajakah itu?

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi: Kamar hotel yang jorok 

Kelihatan Rapi dan Bersih, Ini Kuman yang Harus Diwaspadai di Hotel

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Virus corona masih menjadi perbincangan hangat di belahan dunia.

Bagi para traveler, menginap di hotel adalah pilihan yang paling aman dan nyaman.

Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. (AFP/KAZUHIRO NOGI) (AFP)

Tapi kamar hotel yang nyaman, rapi, dan bersih ternyata menyembunyikan banyak masalah.

Terutama timbunan kuman di antara barang-barang yang awalnya kita pikir bersih.

Kuman memang tak terlihat, namun jika kita bisa mengantisipasinya menghapa tidak?

TribunTravel melansir news.com.au,menjelaskan banyak bagian hotel yang menjadi sarang kuman.

Ahli kuman memberi semua detail yang menjijikkan dan cara terbaik melindungi diri.

Mana sajakah itu?

1. Bak mandi

Anak Mandi
Anak Mandi (net)

Bak mandi hotel ternyata jadi satu sarang bakteri.

Ada baiknya traveler tidak pernah berendam di bak mandi kamar hotel jika tak ingin terserang penyakit.

Satu yang menyebabkan kuman banyak bersarang di sana adalah karena kamar mandi cenderung lembab.

Tempat lembab adalah rumah bagi jamur dan bakteri berkembang biak.

Philip Tierno, seorang ahli mikrobiologi dan profesor klinis mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine menyarankan untuk menjalankan air panas selama satu menit dan menyemprotkan sampo atau shower gel ke permukaan kamar mandi sebelum melangkah masuk.

2. Shower head

Ilustrasi mandi
Ilustrasi mandi (net)

Idealnya, perlengkapan ini harus diganti setiap tahun.

Jika tidak, atau jika tidak dibersihkan dengan baik, bakteri akan bersarang di sana.

Bakteri ini muncul dari pasokan air yang menyemprot dari dalam.

Sekali lagi, jalankan air panas selama satu atau dua menit sebelum melangkah masuk, kata Tierno.

3. Toilet

Ilustrasi: Toilet wanita
Ilustrasi: Toilet wanita (youtube)

Dan tempat ini sudah jelas masuk daftar merah tempat paling banyak mengandung kuman.

Saat kamu melangkah ke toilet dan terlihat kotor mintalah perubahan kamr atau pergi ke hotel lain.

Tierno menyarankan traveler selalu bepergian dengan membawa tisu alkohol, membeli beberapa Lysol - untuk membersihkan kursi dan pegangan flush untuk keamanan.

4. Remot

Ilustrasi: anak nonton televisi
Ilustrasi: anak nonton televisi (HelloSehat)

Siapa bilang remot aman?

Remot adalah alat paling tak disangka yang sebenarnya merupakan sarang kuman.

Remot banyak dipegang oleh tangan-tangan tak dikenal.

Nah, bagi traveler yang ingin memegang remot ada baiknya melapisi dengan plastik atau tisu.

5. Tempat tidur

Tempat tidur diduga mengandung air mani tamu-tamu sebelumnya.

Untuk mengurangi reaksi alergi, kamu bisa membawa selembar kain untuk melapisi tempat tidur.

Dan simpan obat-obatan, seperti semprotan hidung steroid, inhaler atau tetes mata, selama menginap di hotel.

6. Karpet

Karpet juga bisa menjadi sumber tungau debu yang kotor.

Jika alergen menjadi perhatian utama, ada baiknya untuk mencari ruang hypo-allergenic dengan pemurnian udara kelas medis di kamar, serta sarung bantal microfibre dan penutup kasur untuk membersihkan debu dan bulu.

Di bawah kondisi lembab, spora jamur juga bisa tumbuh, jadi Tierno merekomendasikan untuk tidak pernah melepas alas sandalmu.

Sebab kuman dan jamur bisa langsung menempel di kakimu jika tak hati-hati.

7. Kursi yang lembut

Siapa yang biasanya menggesek-nggesekan kaki di kursi yang lembut?

"Orang-orang duduk di sana telanjang," kata Tierno.

Itu berpotensi mengembang biakkan jamur dan bakteri melalui ketiak dan rongga dubur mereka.

Jika kamu terlalu menikmati tempat itu, bisa jadi kamu terkenal infeksi staph.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved