Hiburan

Nonton Film Horor Ternyata Bisa Menurunkan Berat Badan

Menurut penelitian ini, orang yang menonton film yang memacu adrenalin seperti film horor, sekitar 90 menit, dapat mengurangi sebanyak 113 kalori, mir

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Menurut penelitian ini, orang yang menonton film yang memacu adrenalin seperti film horor, sekitar 90 menit, dapat mengurangi sebanyak 113 kalori, mirip dengan berjalan selama 1 jam, dan sama dengan kalori yang dihasilkan sepotong coklat. 

Nonton Film Horor Ternyata Bisa Menurunkan Berat Badan

TRIBUNKALTIM.CO - Mungkin terdengar seperti mitos atau sugesti belaka. Tapi ternyata ada penelitian yang menunjukkan kalau Anda menonton film horor, berat badan Anda bisa turun sedikit.

Pada 2012 lalu, sebuah laporan yang dipublikasikan di Telegraph.co.uk menjelaskan faktanya.

Menurut penelitian ini, orang yang menonton film yang memacu adrenalin seperti film horor, sekitar 90 menit, dapat mengurangi sebanyak 113 kalori, mirip dengan berjalan selama 1 jam, dan sama dengan kalori yang dihasilkan sepotong coklat.

Para peneliti di University of Wesminster melakukan sebuah studi yang melibatkan 10 orang berbeda untuk menonton film horor pilihan.

Para peneliti merekam detak jantung, oksigen yang dihirup, dan karbondioksida yang dikeluarkan, dan menemukan jumlah kalori yang dibakar meningkat dalam ketiga poin tadi saat film berlangsung.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa film yang didesain sedemikian untuk membuat para penonton melonjak kaget dari tempat duduknya karena teror yang ditampilkan dalam film adalah pembakar kalori terbaik, karena menyebabkan detak jantung mereka berdetak kencang.

Dr. Richard Mackenzie, dosen senior dan spesialis dalam metabolisme sel dan fisiologi di University of  Westminster, mengatakan bahwa setiap 10 film yang dites membuat degup jantung berdetak cepat.

Seiring degup semakin cepat dan darah terpompa di sekitar tubuh jadi lebih cepat, tubuh akan mengalami tekanan adrenalin..

“Tubuh akan melepas adrenalin yang beraksi cepat, diproduksi saat kejutan pendek karena stress yang intens (dalam kasus ini, karena rasa takut).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved