Traveling

6 Kebiasaan Buruk Pendaki yang Harus Kamu Hindari

Para pendaki gunung banyak yang masih melakukan hal buruk ketika mendaki. Kelakuan buruk itu mungkin tetap dilakukan karena keterbatasan ilmu atau et

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim/M WIKAN H
Ilustrasi. Objek wisata alam Batu Dinding di Desa Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Namun, pendaki terkadang tetap nekat membuat api unggun saat mendaki.

Biasanya, alasan tujuan api unggun tak lain adalah untuk menghangatkan diri dari dinginnya udara gunung. 

Api unggun juga berbahaya karena bara api bisa tertiup angin dan mengenai semak kering sehingga memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

5. Meninggalkan rekan tim

tribunnews
Mendaki Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, NTB. (KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT)

Saat mendaki bersama tim, idealnya anggota tim harus berjalan berdekatan.

Tak boleh ada satu orang yang memisahkan diri dengan berjalan terlebih dahulu atau tertinggal di belakang.

Hal itu agar semua anggota tim bisa selamat hingga sampai basecamp kembali.

Dari beberapa kasus kecelakaan mendaki gunung, salah satu faktornya adalah terpisah dari rekan pendakian.

Hal itu menyebabkan tak terpantaunya pergerakan anggota tim.

6. Membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme

Larangan tidak membuang sampah sembarangan
Larangan tidak membuang sampah sembarangan (TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN)

Inilah salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan banyak pendaki.

Mereka membuang sampah seperti properti foto seperti kertas, plastik bungkus makanan, mencoret-coret batu, dan lainnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved