Kuliner

Jangan Makan Mie Instan Saat Mendaki Gunung, Ini Alasannya

Seringkali pendaki gunung membawa mi instan sebagai bekal utama karena dinilai lebih praktis. Nyatanya, mi instan ternyata tidak disarankan untuk dib

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Seringkali pendaki gunung membawa mi instan sebagai bekal utama karena dinilai lebih praktis. Nyatanya, mi instan ternyata tidak disarankan untuk dibawa sebagai bekal makan selama pendakian. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Aktivitas mendaki gunung tentunya membutuhkan fisik dan energi yang prima.

Namun, seringkali pendaki gunung membawa mi instan sebagai bekal utama karena dinilai lebih praktis.

Nyatanya, mi instan ternyata tidak disarankan untuk dibawa sebagai bekal makan selama pendakian.

"Kandungan garam yang tinggi membuat lekas haus dan malah bisa menimbulkan dehidrasi. Dalam satu bungkus mi instan memiliki kandungan garam 37 persen," kata dr Tan, dikutip TribunTravel dari Kompas.com.

Tak hanya karena mengandung garam yang tinggi, dr Tan juga membeberkan empat alasan lain agar mi instan tidak lagi menjadi bekal makanan ketika pendakian.

Berikut lima alasan sebaiknya mi instan tidak dimakan saat mendaki gunung:

1. Kandungan garam yang tinggi

Satu bungkus mi instan, seperti penjelasan dr Tan, memiliki 37 persen kandungan garam.

Angka tersebut termasuk tinggi dalam produk makanan.

Kandungan garam yang tinggi itu mampu membuat seseorang atau pendaki merasa cepat haus.

Bahaya yang ditimbulkan jika manusia merasa cepat haus adalah dehidrasi.

Ia melanjutkan, konsumsi garam yang berlebih juga dapat menyebabkan kalium atau potasium menjadi rendah. Hal ini menimbulkan tekanan darah seseorang naik dan berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Mengonsumsi garam berlebih juga mampu menimbulkan kerusakan pembuluh darah yang bisa berisiko pikun, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke hingga penyakit ginjal kronik.

Kandungan garam yang tinggi juga mampu menyebabkan kegemukan, kerapuhan tulang, dan kanker lambung meningkat.

2. Hanya ada tepung minim nutrisi

Ketika membeli mi instan, seseorang akan tergoda dengan gambar mi yang lengkap dengan sayur dan lauknya.

Menurut dr Tan, seseorang jangan terkecoh dengan gambar tersebut. Ia menuturkan, dalam satu bungkus mi instan hanya mengandung tepung.

"Yang kelihatan lengkap itu cuma iming-iming gambar di bungkusnya. De facto isi bungkusnya enggak jauh-jauh cuma tepung minim nutrisi," ujar dia.

3. Bukan sumber tenaga yang dibutuhkan pendaki

Ia menilai, mi instan bukan merupakan sumber tenaga yang dibutuhkan pendaki gunung sejati.

Pendaki gunung yang sejati, kata dia, adalah seseorang yang memanfaatkan anugerah pemberian Tuhan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved