Tips dan Trik

Banyak Jenis Minyak Goreng Beredar di Pasaran, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ketika Anda memasak menggunakan panas tinggi, Anda tentu ingin menggunakan minyak yang stabil dan tidak mudah teroksidasi maupun cepat berbau tengik.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Dengan ragam pilihan tak berujung dari produk minyak goreng di pasaran, rasanya mudah untuk bingung dan kewalahan 

Rasa netral dan titik asap tinggi membuat minyak kanola pilihan yang sangat baik untuk panggangan dan tumisan.

Sebagian besar minyak canola melalui teknik penyulingan kompleks — yang artinya minyak kanola tidak memiliki antioksidan sebanyak minyak zaitun, namun memiliki usia hidup yang relatif lebih lama.

3. Minyak biji anggur (grapeseed)
Lemak tak jenuh tunggal: 17%

Lemak tak jenuh ganda: 73%

Lemak jenuh: 10%

Sama halnya seperti minyak zaitun, minyak biji anggur memproduksi jumlah senyawa aldehida yang lebih rendah daripada mentega atau minyak hewani.

Minyak ini juga kaya akan asam lemak jenuh yang membuatnya lebih stabil saat dipanaskan.

Asam lemak jenuh dalam kandungan minyak goreng tidak akan membuat minyak tersebut mengalami oksidasi sama sekali.

4. Minyak kacang
Lemak tak jenuh tunggal: 48%

Lemak tak jenuh ganda: 34%

Lemak jenuh: 18%

Minyak kacang paling sesuai digunakan untuk segala masakan yang dipanggang dan ditumis. Titip asap dari minyak kacang tergolong tinggi, membuatnya pilihan yang tepat untuk teknik memasak dalam panas tinggi.

Minyak kacang mengandung phythosterol yang sehat untuk jantung, lemak nabati penting untuk menurunkan kolesterol dan menghambat perkembangan kanker.

5. Minyak wijen
Lemak tak jenuh tunggal: 41%

Lemak tak jenuh ganda: 44%

Lemak jenuh: 15%

Minyak wijen telah terbukti mencegah diabetes, dan juga dapat meningkatkan plasma glukosa pada penderita diabetes hipersensitif.

Selain itu, minyak wijen dapat menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes karena kandungan magnesiumnya yang tinggi.

Minyak wijen juga terkait dengan penurunan kadar kolesterol, karena mengandung phythosterol yang menghambat pembentukan kolesterol.

Minyak biji wijen juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mencegah lesi atherosclerotic dengan bantuan agen antioksidan dan anti-peradangan, yang disebut sebagai sesamol.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved