Travel Tips

Tips Agar Keluhanmu Cepat Direspon saat Ada Masalah di Bandara, Coba Cara Ini

Ada cara khusus yang bisa kamu pakai untuk mendapatkan respon cepat ketika ada masalah di bandara.

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Ada cara khusus yang bisa kamu pakai untuk mendapatkan respon cepat ketika ada masalah di bandara. 

Tips Agar Keluhanmu Cepat Direspon saat Ada Masalah di Bandara, Coba Cara Ini

TRIBUNKALTIM.CO - Staf bandara sering kali dihadapkan dengan penumpang yang mengeluhkan soal masalah penerbangan.

Baik itu kurang senang dengan layanan tertentu, kehilangan bagasi, penerbangan tertunda, dan situasi sulit lainnya yang sebabkan penumpang merasa kesal saat di bandara.

Penumpang biasanya mengeluhkan hal tersebut kepada staf bandara.

Akan tetapi tidak semua staf bandara bisa menyelesaikan masalah itu dan memberikan solusi terbaiknya.

Dampaknya, banyak keluhan penumpang yang tidak di dengar dan terabaikan.

Namun, ada cara khusus yang bisa kamu pakai untuk mendapatkan respon cepat ketika ada masalah di bandara.

Melalui forum Reddit, pekerja bandara mengungkapkan cara cepat mendapatkan respon ketika ada masalah di bandara.

tribunnews
Ilustrasi Ruang Bagasi di bandara(Gambar oleh Johnnie Shannon dari Pixabay)

"Kekuatan terbesar yang bisa kamu gunakan yaitu memakai Twitter," tulisnya.

"Karyawan di depanmu belum tentu bisa langsung mengatasi masalahmu".

Padahal untuk urusan bagasi biasanya staf yang turun tangan jumlahnya tidak banyak.

"Selain itu, agen layanan pelanggan biasanya memiliki pilihan yang terbatas," sambungnya.

Sehingga penumpang yang memiliki masalah di bandara dan ingin segera terselesaikan bisa menggunakan sosial media seperti Twitter untuk menghubungi pihak maskapai.

Sebagian besar maskapai penerbangan dan penyedia perjalanan kini memiliki akun sosial media resmi.

Dan satu diantaranya adalah Twitter, menurut laporan Express.

tribunnews
Ilustrasi Layanan fasilitas self check-in di bandara (Dok. Emirates)

Pakar sosial media Twitter dan Kepala Konsultan media sosial That Lot, David Schneider, mengatakan bahwa Twitter bersifat publik.

Yang artinya semua orang bisa mengakses dan menandai akun lain yang dituju.

Semakin banyak orang yang melihat keluhan di Twitter, terutama yang tanpa resolusi maka itu semakin merugikan perusahaan.

Dan artinya pihak perusahaan akan segera menghubungi penumpang untuk menyelesaikan masalah.

"Jika kamu men-tweet, (Twitter) itu sosmed publik dan bisa diambil, dan saya pikir pihak perusahaan sangat menyadari itu," kata Schneider.

Namun, berbagi postingan Twitter tidak hanya membantu penumpang.

Menurut pekerja maskapai, langkah itu juga bisa mendukung para staf.

"Itu akan membantu kami menyampaikan pesan kepada atasan karena perjalanan kami tidak didukung sebagaimana mestinya," lanjut mereka.

"Saya bahkan akan merekomendasikan penumpang untuk bertanya pada karyawan tentang masalah tersebut dan mengatakan misalnya 'Jika saya menyampaikan keluhan saya ke Twitter, bagaimana saya bisa mengungkapkannya dengan cara yang bisa membantumu'," terusnya.

Sejauh ini banyak sekali keluhan yang datang dari para pelanggan maskapai, baik itu disampaikan secara langsung maupun melalui sosial media.

Dan menurut data Pulsar mengungkapkan bahwa penundaan dan pembatalan penerbangan adalah keluhan terbesar.

Menurut penelitian ahli waris, 57% keluhan melalui Twitter yang tercatat selama periode 10 hari berkaitan dengan keberangkatan dan pembatalan yang terlambat.

Sedangkan keluhan tertinggi kedua yaitu perihal pilihan menu makanan dan minuman di pesawat.

Staf bandara berada di tingkat keluhan akhir, tapi 14% diantaranya ditujukan pada angkatan kerja.

Presentase ini juga disebabkan oleh masalah terkait bagasi, kursi pesawat, persoalan tiket, check-in, dan lain-lain.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved