Belanja

Tips Memilih Minyak Goreng Terbaik untuk Kesehatan Keluarga

Ini bukan hanya masalah memilih satu minyak goreng yang paling sehat, tetapi juga apakah makanan Anda akan tetap sehat setelah dimasak menggunakan min

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Dengan ragam pilihan tak berujung dari produk minyak goreng di pasaran, rasanya mudah untuk bingung dan kewalahan 

5 pilihan minyak goreng terbaik untuk kesehatan
Mulai pilihan minyak goreng Anda dengan minyak berbahan dasar nabati, seperti:

1. Minyak zaitun
Lemak tak jenuh tunggal: 78%

Lemak tak jenuh ganda: 8%

Lemak jenuh: 14%

Selain tinggi akan lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun juga kaya antioksidan yang disebut polifenol, yang terkait dengan kesehatan jantung.

Grootveld umumnya merekomendasikan minyak zaitun untuk menggoreng atau menumis, karena senyawa berbahaya aldehida yang diproduksi termasuk rendah dan lebih stabil saat dipanaskan.

Namun begitu, banyak yang berpendapat bahwa minyak zaitun kurang cocok untuk digunakan saat menggoreng deep-fry (memasak makanan dalam rendaman minyak yang banyak), karena memiliki titik didih yang rendah.

2. Minyak Canola
Lemak tak jenuh tunggal: 62%

Lemak tak jenuh ganda: 31%

Lemak jenuh: 7%

Rasa netral dan titik asap tinggi membuat minyak kanola pilihan yang sangat baik untuk panggangan dan tumisan.

Sebagian besar minyak canola melalui teknik penyulingan kompleks — yang artinya minyak kanola tidak memiliki antioksidan sebanyak minyak zaitun, namun memiliki usia hidup yang relatif lebih lama.

3. Minyak biji anggur (grapeseed)
Lemak tak jenuh tunggal: 17%

Lemak tak jenuh ganda: 73%

Lemak jenuh: 10%

Sama halnya seperti minyak zaitun, minyak biji anggur memproduksi jumlah senyawa aldehida yang lebih rendah daripada mentega atau minyak hewani.

Minyak ini juga kaya akan asam lemak jenuh yang membuatnya lebih stabil saat dipanaskan.

Asam lemak jenuh dalam kandungan minyak goreng tidak akan membuat minyak tersebut mengalami oksidasi sama sekali.

4. Minyak kacang
Lemak tak jenuh tunggal: 48%

Lemak tak jenuh ganda: 34%

Lemak jenuh: 18%

Minyak kacang paling sesuai digunakan untuk segala masakan yang dipanggang dan ditumis. Titip asap dari minyak kacang tergolong tinggi, membuatnya pilihan yang tepat untuk teknik memasak dalam panas tinggi.

Minyak kacang mengandung phythosterol yang sehat untuk jantung, lemak nabati penting untuk menurunkan kolesterol dan menghambat perkembangan kanker.

5. Minyak wijen
Lemak tak jenuh tunggal: 41%

Lemak tak jenuh ganda: 44%

Lemak jenuh: 15%

Minyak wijen telah terbukti mencegah diabetes, dan juga dapat meningkatkan plasma glukosa pada penderita diabetes hipersensitif.

Selain itu, minyak wijen dapat menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes karena kandungan magnesiumnya yang tinggi.

Minyak wijen juga terkait dengan penurunan kadar kolesterol, karena mengandung phythosterol yang menghambat pembentukan kolesterol.

Minyak biji wijen juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mencegah lesi atherosclerotic dengan bantuan agen antioksidan dan anti-peradangan, yang disebut sebagai sesamol.

Saat menggunakan minyak goreng untuk memasak, Grootveld menyarankan untuk meminimalisir porsi minyak yang Anda gunakan, dan juga ambil langkah-langkah penyaringan minyak dari makanan matang, seperti menaruhnya pada kertas tisu untuk menyerap minyak.

Terakhir, selalu simpan produk minyak goreng dalam lemari tertutup dan kering, jauh dari sinar matahari, dan coba untuk tidak menggunakan minyak untuk berkali-kali proses memasak. Hal ini juga menyebabkan akumulasi efek buruk dari minyak goreng.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved