Kuliner

Alasan Mengapa Orang China Suka Kuliner Ekstreme, Ternyata Ada Sejarahnya

Karena kelaparan adalah ancaman yang besar dan bagian tak terlupakan dari sejarah negeri ini

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Karena kelaparan adalah ancaman yang besar dan bagian tak terlupakan dari sejarah negeri ini 

Alasan Mengapa Orang China Suka Kuliner Ekstreme, Ternyata Ada Sejarahnya

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Masih soal virus corona yang terus merebak diduga berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China.

Pasar Seafood Huanan sendiri adalah pasar tradisional yang menjual bebagai barang kebutuhan sehari-hari. Namun pasar ini juga menjual benda tak lazim, termasuk hewan liar hidup atau siap olah. 

Kuliner Ekstrem dari Pasar Wuhan Diduga Menjadi Sumber Virus Corona

Lima Makanan Ekstrem dari Asia, Berani Coba?

8 Kuliner Ekstrem di Jepang, Ada Sahimi Daging Ayam hingga Ikan Paus

Dilansir dari Mothership Singapore ada berbagai hewan liar yang dijual di Pasar Seafood Huanan. Sebut saja rubah, anak serigala, burung merak, unta, burung unta, koala, dan landak.

Penjual di pasar tersebut juga menawarkan jasa potong dan pengiriman bagi konsumen yang ingin membeli hewan eksrem tersebut.

Pertanyaanya, mengapa orang China gemar menyantap hewan liar yang tak lazim untuk dikonsumsi?

Dilansir dari South China Morning Post, menurut ekonom politik independen, Hu Xingdou, alasan budaya, ekonomi, dan politik masih jadi alasan mengapa orang China suka makan hewan liar dan eksotis.

“Orang China melihat makanan sebagai suatu kebutuhan utama. Karena kelaparan adalah ancaman yang besar dan bagian tak terlupakan dari sejarah negeri ini,” ujar Hu seperti dilansir dari South China Morning Post.

“Mungkin banyak orang China yang tak lagi bermasalah dalam hal makanan. Namun memakan daging, organ, atau bagian dari hewan atau tumbuhan langka telah menjadi identitas bagi sebagian orang.”

Selain itu, dilansir dari Mothership Singapore, orang-orang China menganggap hewan liar lebih bernutrisi daripada hewan yang dikembangbiakan khusus untuk dikonsumsi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved