Traveling

Amankah Menginap di Hotel Saat Pandemi? Ini Jawaban Ahli

Ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, pergi ke luar kota saat ini seharusnya belum dapat dilakukan.

Editor: Geafry Necolsen
Trans Luxury
Ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, pergi ke luar kota saat ini seharusnya belum dapat dilakukan. 

Sehingga saat memilih hotel, perlu dipastikan lebih dulu pada pihak hotel apakah memungkinkan untuk mengantar sarapan ke kamar.

“Memang akan lebih merepotkan bagi pihak hotel, tapi ini demi keselamatan bersama. Makan buffet di restoran hotel memungkinkan interaksi dengan orang lain, entah itu berpapasan, bersenggolan atau bahkan antre dalam jarak dekat," ujar Dicky yang pernah menjadi tim pengendalian wabah flu burung di Indonesia beberapa tahun lalu.

"Selain itu kita kan juga harus menghindari penggunaan barang bersama,” imbuhnya.

Sedangkan bagi yang ingin memanfaatkan fasilitas kolam renang di hotel, Dicky juga mengingatkan untuk memerhatikan kapasitas kolam renang dan area sekitarnya.

Pasalnya, meski virus corona tidak menyebar melalui air, kondisi kolam renang yang ramai memungkinkan penyebaran virus corona melalui droplet.

Apalagi, saat berenang, orang tak akan memakai masker.

“Hotel seharusnya juga membuat kebijakan soal ini. Misalnya dibuat ketentuan, jam sekian untuk penghuni kamar di lantai sekian. Sehingga kapasitasnya bisa sangat dibatasi,” katanya.

Lalu, apakah kamar hotel aman dari kontaminasi virus corona?

Menurut Dicky, harus ada jeda waktu yang memadai untuk membersihkan kamar, mengganti seprei dan handuk dengan yang baru, serta mendisinfeksi kamar, sebelum tamu hotel berikutnya masuk ke dalam kamar.

Selain itu, penting untuk membuka semua jendela di kamar saat proses pembersihan, sehingga ada pergantian udara untuk meminimalisir potensi penyebaran virus corona.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved