Travel Alert

Panduan Wisata Menyelam di Tengah Pandemi Covid-19

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kamu tetap bisa melakukan wisata menyelam dengan mengikuti panduan yang berlaku.

Editor: Geafry Necolsen
Pixabay
Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kamu tetap bisa melakukan wisata menyelam dengan mengikuti panduan yang berlaku. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selama masa pandemi Covid-19, semua kegiatan wisata diiringi dengan protokol kesehatan.

Tak terkecuali wisata menyelam yang masih dapat dilakukan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kamu tetap bisa melakukan wisata menyelam dengan mengikuti panduan yang berlaku.

Salah satu tim penyusun CHSE usaha wisata selam Kemenparekraf, Abimanju Carnadie mengatakan, buku ini terbagi secara garis besar mulai dari panduan umum, lalu merujuk ke panduan khusus.

Untuk panduan khususnya, dibagi lagi menjadi panduan khusus pekerja, pelanggan atau wisatawan, aktivitas usaha wisata selam, pengelolaan tempat usaha wisata selam dan lain sebagainya.

Teruntuk wisatawan, sebelum mulai menyelam di lautan luas Nusantara, harap simak tujuh panduan khususnya berikut ini:

tribunnews
Ilustrasi wisata menyelam (Captain Don's Habitat)

1. Sebelum masuk area wisata, wajib cek suhu tubuh

Semua wisatawan atau pelanggan wisata selam, sebelum masuk kawasan wisata, wajib diperiksa suhu tubuhnya.

Adapun suhu tubuh wisatawan atau pelanggan tidak boleh lebih dari 37,3 derajat celsius.

Jika suhu tubuh tinggi, akan dilakukan dua kali pemeriksaan dengan interval 5 menit.

Jika suhu tubuh masih tinggi, maka tidak diizinkan untuk masuk.

2. Mengisi daftar registrasi di lokasi wisata

Setelah selesai dicek suhu tubuhnya, wisatawan atau pelanggan mengisi daftar registrasi di lokasi wisata selam.

Mereka harus mengisi data diri mulai dari nama, alamat, nomor telepon, dan pertanyaan yang terkait dengan riwayat perjalanan dan kesehatan.

"Pengunjung wajib mengisi registrasi mulai dari nama, alamat, nomor telepon. Kemudian, pertanyaan terkait riwayat perjalanan dan kesehatan," terang Abi.

3. Menjaga jarak minimal satu meter

Selama berada di area wisata, wisatawan atau pelanggan harus menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain.

Sebelumnya, aturan wisata selam pernah menggagas kriteria jaga jarak minimal dua meter.

Namun, Abi mengatakan, ada banyak protes dengan jarak dua meter tersebut.

"Sebelumnya kan kita menerapkan dua meter, tapi dapat masukan, dapat protes, sampai akhirnya kita bicara oke jadinya satu meter. Aturan dari Kementerian Kesehatan juga pakainya minimal satu meter," ungkap dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved