Travel Alert

Dinkes Kaltim Ingatkan Pelaku Usaha Kuliner & Hotel di Balikpapan, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaku usaha wisata dan kuliner jangan terlalu berharap kepada vaksin Corona sebab proses penelitiannya masih panjang.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi layanan pesan antar makanan 

Dinkes Kaltim Ingatkan Pelaku Usaha Kuliner & Hotel di Balikpapan, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pelaku usaha wisata dan kuliner jangan terlalu berharap kepada vaksin Corona sebab proses penelitiannya masih panjang.

Soal kabar dalam waktu dekat akan beredar, tentu saja belum bisa dipastikan.

Vaksin Virus Corona ( covid-19 ) diperkirakan akan beredar di masyarakat pada tahun 2021 mendatang.

Meskipun begitu pihak Dinas Kesehatan Kaltim mengingatkan agar pelaku usaha hotel dan restoran jangan terlalu berharap datangnya vaksin dalam waktu dekat.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata Kaltim Izinkan Pengelola Buka Tempat Wisata Seperti Biasa

Baca juga: Ahli Gizi Tak Menyarankan Konsumsi Mie Instan Saat Melakukan Aktivitas Outdoor, Ini Sebabnya

Hal tersebut diutarakan oleh Kasi Promkes dan Kesling Dinas Kesehatan Kaltim, M. Maulana Fahmi dalam sosialisasi sertifkasi CHSE pada destinasi dan usaha pariwisata di Hotel Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (15/10/2020).

Untuk saat ini, pihaknya meminta para pelaku bisnis hotel melakukan kegiatan perhotelan dengan standar protokol kesehatan.

Imbauan ini tentu juga berlaku bagi para pengunjung pusat-pusat kuliner, rumah makan, restoran, tempat wisata atau tamu hotel.

Sebab ia yakin, selama pandemi ini jika menaati protokol kesehatan yang dibuat pemerintah, kegiatan bisnis perhotelan tetap berjalan normal.

"Jangan terlalu berharap dengan vaksin. Saat ini kita patuhi protokol dengan baik. Tidak ada obatnya tapi obat  menekan jumlah virus dalam darah itu ada. Untuk covid-19 itu belum. Obat yang beredar itu bukan untuk mematikan virus," kata M. Maulana Fahmi.

Baca juga: Selain Menyehatkan Organ Tubuh, Pantai Juga Bisa Bikin Orang Jadi Lebih Bahagia

Baca juga: Wisatawan yang Berkunjung ke Kota Ini Dibayar Rp 1,4 Juta, Ini Syaratnya

Selain itu, ia mengingatkan kepada pengelola hotel kepada karyawannnya untuk melakukan gaya hidup sehat.

"Konsumsi makanan sehat dan bergizi, olahraga teratur dan menjaga kebersihan. Otomatis imunitas kita berkembang," kata M.Maulana Fahmi..

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Muhammad Zulkifli dalam kegiatan sosialisasi sertifkasi CHSE di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (15/10/2020), mengatakan para pelaku bisnis perhotelan wajib menerapkan tujuh sapta pesona.

Ketujuh sapta pesona itu yaitu aman, bersih, tertib, sejuk, indah, kenangan dan ramah.

Untuk keamanan, ia meminta pemerintah menciptakan kondisi yang aman dari tindakan kejahatan.

Kemudian poin kedua yaitu bersih menjadi perhatian pelaku bisnis perhotelan selama pandemi.

"Kedua bersih, lingkungan bersih, untuk karyawan pakaian bersih, dapur harus bersih, karyawan harus bersih tidak berbau.

Ketiga tertib, jangan berkerumun itu tertib termasuk kegiatan. Kegiatan dijemput jam delapan, jangan ceritanya jam delapan datangnya jam sembilan," ucapnya.

Keempat, ia meminta agar pihak perhotelan memberikan ruang hijau di sekitar wilayah hotel.

Sehingga wisatawan nyaman untuk tinggal di hotel selama pandemi.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved