Kuliner

Pilih Roti atau Nasi untuk Sarapan? Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Selain penyajiannya cepat, nasi dan roti tergolong mudah untuk dikreasikan menjadi bermacam-macam masakan.

Editor: Geafry Necolsen
net
Selain penyajiannya cepat, nasi dan roti tergolong mudah untuk dikreasikan menjadi bermacam-macam masakan. 

Pilih Roti atau Nasi untuk Sarapan? Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Biasanya nasi atau roti menjadi pilihan menu sarapan favorit orangtua untuk disajikan di meja makan setiap pagi.

Selain penyajiannya cepat, nasi dan roti tergolong mudah untuk dikreasikan menjadi bermacam-macam masakan.

Lantas kalau mau membandingkan gizi keduanya, mana yang lebih baik dijadikan menu sarapan untuk anak — nasi atau roti?

Asupan gizi yang ideal dalam satu porsi menu sarapan anak

Sarapan memberikan pasokan energi yang dibutuhkan anak untuk melalui hari yang melelahkan. Pasalnya, sarapan pagi menyumbang hingga 20-25 % dari kebutuhan energi total per hari (standar kebutuhan kalori anak sekolah usia 7-12 tahun adalah 1.600-2.000 kalori).

Sarapan pagi juga dapat membantu tubuhnya agar lebih efisien dalam mengolah makanan sebagai energi, sehingga anak lebih jarang merasa lapar.

Untuk dapat meraih manfaat ini, menu sarapan sehat untuk anak haruslah terdiri dari 300 gram karbohidrat, 65 gram protein, 50 gram lemak, 25 gram serat, serta asupan berbagai vitamin dan mineral.

Jangan kaget dulu melihat besarnya jumlah karbohidrat yang dibutuhkan anak. Kebutuhan glukosa anak memang dua kali lipat lebih besar dibanding orang dewasa. Karbohidrat penting untuk meningkatkan tumbuh kembang otak anak.

Glukosa yang dipecah dari karbohidrat merupakan energi utama bagi otak. Selain itu, glukosa juga digunakan oleh otak untuk mengatur dan menjalankan sistem sarafnya.

Menu sarapan sehat, lebih baik pakai nasi atau roti?

Sebelum menentukan mana yang lebih baik untuk menu sarapan anak, ada baiknya Anda memahami dulu tentang konsep indeks glikemik dalam makanan.

 Indeks Glikemik (IG) mengukur seberapa cepat karbohidrat yang terdapat dalam makanan untuk diubah menjadi gula oleh tubuh.

Semakin tinggi nilai glikemik suatu makanan, semakin tinggi peningkatan kadar gula darah tubuh.

Tingkat indeks glikemik ini dapat memengaruhi kerja otak anak. Seperti yang telah diuraikan di atas, glukosa adalah sumber energi utama otak.

Oleh karena itu, semakin tinggi skor IG suatu makanan, semakin tinggi kadar gula darah yang diproduksi, maka semakin baik pula kerja otak anak. 

Dilansir dari Harvard School bahwa indeks glikemik pada nasi putih (72) lebih rendah daripada skor IG roti tawar putih (75). Lantas, apa ini artinya otomatis roti putih lebih baik ketimbang nasi untuk menu sarapan anak? Belum tentu.

Nasi atau roti sebenarnya sama saja

Nasi dan roti sebenarnya sama-sama tergolong makanan indeks glikemik tinggi. Makanan dengan indeks glikemik tinggi lebih cepat dicerna tubuh sehingga lebih cepat meningkatkan gula darah.

Tapi di sisi lain, gula darah yang dihasilkan ini akan sangat cepat turun kembali sehingga mereka yang mengonsumsi makanan indeks glikemik tinggi akan lebih cepat merasa lapar.

Perasaan lapar yang timbul ini turut memengaruhi konsentrasi saat bekerja ataupun belajar. Anak yang kelaparan selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung cenderung lebih sulit berkonsentrasi dibandingkan dengan mereka yang masih merasa kenyang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved