Akomodasi

Terdampak Pandemi Covid-19, Hotel di Mekkah Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 150 Ribuan

Akibat adanya pandemi Covid-19, sejumlah hotel di Mekkah memangkas tarif menginap yang cukup besar.

Editor: Geafry Necolsen
net
Akibat adanya pandemi Covid-19, sejumlah hotel di Mekkah memangkas tarif menginap yang cukup besar. 

Terdampak Pandemi Covid-19, Hotel di Mekkah Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 150 Ribuan

TRIBUNTRAVEL.COM - Pandemi Covid-19 memberikan pukulan besar bagi industri pariwisata dan perhotelan, tak terkecuali di Mekkah.

Akibat adanya pandemi Covid-19, sejumlah hotel di Mekkah memangkas tarif menginap yang cukup besar.

Bahkan penurunan tarif mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya di musim Umrah.

Baca juga: 

Sepi Pengunjung, Hotel-Hotel Berbintang di Bali Rela Harga Setara Rumah Kontrakan

Ini Barang yang Wajib Dibawa saat Menginap di Hotel Bersama Anak, Jangan Lupa Bawa Mainan

tribunnews
Suasana di sekitar Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (14/11/2017). (TRIBUNTRAVEL.COM/SINTA AGUSTINA)

Dikutip dari Kontan, Rabu (7/10/2020), hotel bintang lima dengan pemandangan Masjidil Haram di Mekkah bersiap-siap untuk melanjutkan aktivitas mereka dan mengembalikan normalitas industri hotel dengan menawarkan diskon besar.

Kota suci ini memiliki lebih dari 1.400 hotel, yang merupakan lebih dari dua pertiga sektor akomodasi di seluruh Arab Saudi.

Dikenal memiliki harga tertinggi sepanjang tahun, yang mencapai puncaknya sekitar tiga kali selama musim sibuk.

Kamar hotel di dekat Masjidil Haram saat ini berharga antara SR250 dan SR700 ($ 77- $ 187).

Pembatasaan Kuota Jemaah Umrah

Otoritas Arab Saudi sudah membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah secara terbatas.

Ibadah umrah kali ini digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku karena masih adanya pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, yang diadopsi setelah 7 bulan pelaksaan umrah dan haji ditutup.

Di mana umat muslim harus memakai masker saat mengelilingi situs paling suci umat Islam dengan social distancing pada Minggu (4/10/2020).

Ribuan jemaah memasuki Masjidil Haram di kota suci Mekkah secara berkelompok untuk melakukan ritual mengitari Ka'bah suci, sebuah bangunan kubik, tempat Muslim di seluruh dunia berdoa.

Umrah, ziarah yang dapat dilakukan kapan saja, biasanya menarik jutaan umat Islam dari seluruh dunia setiap tahun, tetapi ditangguhkan pada Maret karena pandemi virus corona.

tribunnews
Kondisi Kabah di Mekah sebelum visa Umrah ditangguhkan (ABDEL GHANI BASHIR / AFP)

Namun, dibuka kembali dalam 3 tahap, dengan Menteri Haji Saudi Mohammad Benten mengatakan, pada pekan lalu, bahwa kuota 6.000 jemaah per hari akan diizinkan umrah pada tahap pertama.

Ada pun syarat lainnya adalah dilakukan "dengan cermat dan dalam jangka waktu tertentu".

Serangkaian tindakan pencegahan telah diadopsi untuk menangkal wabah apa pun, menurut media pemerintah setempat, seperti yang dilansir AFP pada Minggu (4/10/2020).

Batu Hitam yang dihormati di sudut timur Ka'bah, yang menjadi kebiasaan untuk disentuh, tetapi tidak wajib, selama ziarah, selama masa pandemi akan dilarang sama sekali.

Masjidil Haram juga akan disterilkan setiap sebelum dan sesudah kelompok jemaah keluar dan masuk.

Setiap kelompok yang terdiri dari 20 atau 25 peziarah akan didampingi oleh petugas kesehatan, dan tim medis akan turun, jika terjadi keadaan darurat, kata Benten.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved