Tips dan Trik

Perbedaan Susu UHT dan Pasteurisasi, Mana yang Punya Masa Simpan Lebih Lama?

Jenis susu paling umum yang ditemui di supermarket dan minumarket adalah susu UHT dan pasteurisasi. Apa beda keduanya?

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Jenis susu paling umum yang ditemui di supermarket dan minumarket adalah susu UHT dan pasteurisasi. Apa beda keduanya? 

“Makanya kadang ada susu yang difortivikasi, ditambah vitamin nutrisi suplemen gitu setelah disterilisasi,” ujar Epi.

Susu UHT kata Epi, bisa tahan selama sekitar dua sampai tiga bulan selama tidak dibuka dari kemasannya.

“Ketika sudah dibuka kan sudah kontak dengan udara, tangan. Jadi walaupun UHT kalau sudah buka kemasan dan ditutup lagi, maka harus disimpan di lemari pendingin supaya bakteri tidak masuk dan berkembang,” papar Epi.

Susu pasteurisasi

Susu pasteurisasi adalah susu yang dipanaskan tidak sampai steril seperti UHT.

Susu ini dinamakan pasteurisasi karena penemu metode pasteurisasi bernama Louis Pasteur yang berasal dari Perancis.

“Susu pasteurisasi dipanaskan 72-75 derajat celsius selama 15 detik saja. Kalau enggak bisa juga 65 derajat celsius selama 30 menit,” papar Epi.

Susu pasteurisasi punya kandungan gizi yang lebih banyak dari pada UHT karena hanya dipanaskan dengan suhu tak lebih dari 100 derajat Celsius.

“Bedanya kalau di supermarket pasti dia disimpan di lemari pendingin karena lama umur simpannya itu hanya satu bulan,” lanjutnya.

Perbedaan metode yang dilakukan antara keduanya akan memengaruhi masa simpan produk atau yang biasa kamu kenal sebagai tanggal kadaluarsa.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved