Kesehatan

Jika Gemar Makan Gorengan, Ini 5 Rekomendasi Minyak Goreng Terbaik untuk Kesehatan

Berikut ini adalah panduan untuk membedakan mana minyak goreng yang sehat dan tidak, ditambah dengan minyak goreng seperti apa yang harus Anda gunakan

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Dengan ragam pilihan tak berujung dari produk minyak goreng di pasaran, rasanya mudah untuk bingung dan kewalahan 

Jika Gemar Makan Gorengan, Ini 5 Rekomendasi Minyak Goreng Terbaik untuk Kesehatan

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Dengan ragam pilihan tak berujung dari produk minyak goreng di pasaran, rasanya mudah untuk bingung dan kewalahan, “mana yang terbaik untuk saya?”.

Berikut ini adalah panduan untuk membedakan mana minyak goreng yang sehat dan tidak, ditambah dengan minyak goreng seperti apa yang harus Anda gunakan.

Namun ini bukan hanya masalah memilih satu minyak goreng yang paling sehat, tetapi juga apakah makanan Anda akan tetap sehat setelah dimasak menggunakan minyak tersebut.

Tiga jenis lemak yang terkandung dalam minyak goreng
Ketika Anda memasak menggunakan panas tinggi, Anda tentu ingin menggunakan minyak yang stabil dan tidak mudah teroksidasi maupun cepat berbau tengik.

Ketika minyak mengalami oksidasi, mereka akan bereaksi dengan oksigen, membentuk radikal bebas dan senyawa berbahaya yang tentu tidak ingin Anda dapati dalam tubuh Anda.

Apa yang membuat minyak goreng digolongkan sebagai minyak sehat atau tidak tergantung dari jenis dan jumlah lemak yang terkandung di dalamnya.

Minyak goreng sehat umumnya memiliki kadar tinggi lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fat), yang merupakan salah satu sumber lemak paling sehat dan bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Walaupun begitu, minyak goreng sehat juga dapat mengandung lemak tak jenuh ganda, yang tergolong sehat dan dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Kentang goreng
Kentang goreng (net)

Lemak jenuh hanya memiliki satu ikatan tunggal dalam molekul asam lemak, sementara lemak tak jenuh tunggal memiliki satu ikatan ganda, dan lemak tak jenuh ganda memiliki dua ikatan atau lebih.

Ikatan ganda inilah yang bisa memberikan reaksi kimia dan sensitif terhadap panas, sehingga membentuk aldehida dan peroksida lipid saat terpapar oleh suhu panas yang sangat tinggi.

Mengonsumsi atau menghirup aldehida dan peroksida lipid, bahkan dalam jumlah kecil, terkait oleh peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker.

Sebagai gambaran, di bawah ini adalah perbedaan antara minyak goreng yang mengandung tiga jenis lemak, dilansir dari WebMD:

1. Lemak jenuh (saturated fat)
Contoh: mentega, lemak babi, margarin, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak safflower, minyak biji sawit

Ciri fisik: padat dalam kondisi suhu ruangan

Makanan yang tinggi akan lemak jenuh telah dikaitkan terhadap penyumbatan arteri, yang kemudian meningkatan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Beberapa jenis minyak goreng di atas memiliki kadar lemak jenuh yang sangat tinggi, bahkan melebihi sumber lemak jenuh dalam daging.

Sosis
Sosis (Shutterstock)

2. Lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat)
Contoh: minyak canola, minyak biji bunga matahari, minyak kacang walnut

Ciri fisik: cair, bahkan jika disimpan dalam lemari pendingin

Dilansir dari BBC, menurut penelitian Martin Grootveld dan tim dari Leicester School of Pharmacy dari De Montfort University di Leicester, minyak yang tinggi akan kandungan minyak tak jenuh ganda, seperti minyak jagung dan minyak biji bunga matahari, menghasilkan kadar tinggi aldehida.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved