Travel Alert

Jogja Perketat Kunjungan Wisatawan, Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat

Tempat wisata di Jogja khususnya kawasan Malioboro mengalami lonjakan jumlah wisatawan.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Jalan Malioboro 

Jogja Perketat Kunjungan Wisatawan, Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat

TRIBUNTRAVEL.COM - Tempat wisata di Jogja khususnya kawasan Malioboro mengalami lonjakan jumlah wisatawan.

Lonjakan tersebut tampak dari dipenuhinya sejumlah kantong parkir utama di kawasan Malioboro.

Para wisatawan mulai memenuhi kawasan wisata Kota Jogja tersebut saat sore hari.

Meski Kota Jogja mulai ramai wisatawan, Dinas Pariwisata (Disparta) Yogyakarta, Maryustion Tonang enggan menyebut jika pariwisata di Kota Jogja mulai mengalami kebangkitan.

"Kalau hari ini disebut bangkit, berarti kemarin mati suri dong. Tentu tidak demikian. Wisatawan yang datang hari ini mereka sudah mematuhi protokol kesehatan melalui paket-paket wisata yang kamj tawarkan," katanya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (27/9/2020).

tribunnews
Jumlah wisatawan di kawasan Malioboro kembali mengalami lonjakan di sepanjang Minggu (27/9/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda)

Ia menambahkan, ramainya wisatawan yang datang ke Yogyakarta bagai pisau bermata dua.

Satu sisi dapat menumbuhkan ekonomi dan membangkitkan pelaku usaha, namun di sisi lain juga dapat berdampak negatif di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Saya kira semuanya sudah memenuhi protokol kesehatan. Karena pergub untuk aturan wisatawan juga sudah ada, di perwalinya juga sudah ada," urainya.

Ia mengatakan, dalam pergub tersebut diatur tata cara berkunjung ke Yogyakarta bagi para wisatawan.

Point utamanya, wisatawan wajib menyertakan surat keterangan sehat atau surat hasil rapid test untuk masuk ke wilayah DIY.

"Dan saya kira mereka tidak berkunjung ke Malioboro saja. Pastinya juga ke daerah lain juga, jadi mereka ini sudah ada paket wisata melalui Asita dan HPI. Tentu sudah sesuai protokol kesehatan," ungkapnya.

Tion, sapaan akrabnya ini mengatakan, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 48 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan panduan pelaksanaan pelayanan publik dan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, setiap wisatawan wajib menyertakan surat keterangan sehat atau hasil rapid test.

Dalam peraturan walikota (Perwali) nomor 51 tahun 2020 sebagai turunan dari pergub 2020 pun juga berbunyi hampir sama.

Namun demikian, pantauan di lapangan banyak wisatawan di kawasan Malioboro tidak menyertakan surat keterangan sehat atau hasil rapid test.

Para wisatawan tersebut hanya mendapat pengamanan berupa cek suhu saja.

"Yang jelas mohon dukungannya untuk pariwisata Yogyakarta saja," pungkasnya.

UPT Malioboro Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, Ekwanto bisa memastikan, protokol kesehatan tetap diterapkannya dengan sungguh-sungguh, sebagai antisipasi sebaran Covid-19 yang belum mereda.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan, untuk menghindari penularan virus di Malioboro yang sarat akan pengunjung.

Bahkan, tambahnya, screening sudah dilakukan sejak para wisatawan memasuki kantong-kantong parkir.

Ya, sebelum mereka turun dari bus, terutama bagi pengunjung dari luar daerah, terlebih dahulu diwajibkan menunjukkan surat keterangan sehat sebagai syarat mutlak.

Ketika surat keterangan sehat yang ditunjukkan tersebut sudah diperiksa keabsahannya oleh petugas, satu per satu wisatawan pun menjalani cek suhu badan menggunakan thermo gun, sebagai deteksi dini.

Selanjutnya, mereka diwajibkan pula mencuci kedua tangannya.

"Setelah proses itu dilalui, wisatawan juga tidak bisa serta merta masuk kawasan Malioboro. Kita lihat dulu, tingkat kepadatannya bagaimana. Kalau masih terlalu penuh, mereka diminta menunggu," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved