Travel Alert

Covid-19 Dapat Ditularkan dalam Penerbangan Jarak Jauh, Amankah Penerbangan Bagi Penumpang?

Sebuah hasil penelitian yang dirilis Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), menunjukkan bagaimana seorang penumpang pesawat tanpa sadar menyebarkan virus

Editor: Geafry Necolsen
pexel
Ilustrasi kabin pesawat. Sebuah hasil penelitian yang dirilis Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), menunjukkan bagaimana seorang penumpang pesawat tanpa sadar menyebarkan virus corona. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah hasil penelitian yang dirilis Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), menunjukkan bagaimana seorang penumpang pesawat tanpa sadar menyebarkan virus corona pada Maret lalu.

Dilansir Daily Mail dari hasil penelitian, wanita yang berusia 27 tahun itu menularkan Covid-19 pada 15 penumpang lain dalam penerbangan selama 10 jam dari London, Inggris menuju Vietnam.

Dilaporkan, turis wanita itu menderita sakit tenggorokan sebelum terbang, kemudian menginfeksi 12 penumpang di kelas bisnis, dua penumpang di kelas ekonomi, dan seorang anggota awak kabin.

Beberapa hari setelah penerbangan, penumpang pesawat itu dinyatakan positif terkena virus corona.

tribunnews
Ilustrasi hasil tes virus corona (Australian News)

"Rute penularan yang paling mungkin selama penerbangan adalah penularan aerosol atau droplet, khususnya untuk orang yang duduk di kelas bisnis," tambah laporan itu.

Informasi dari sumber yang sama menjelaskan, risiko penularan Covid-19 dalam pesawat selama penerbangan jarak jauh adalah nyata.

Hal itu menyebabkan cluster Covid-19 berukuran besar.

Bahkan dalam kelas bisnis sekalipun, di mana pengaturan tempat duduk lebih luas dibanding kelas ekonomi.

"Perjalanan udara membutuhkan waktu di jalur keamanan dan terminal bandara, yang dapat membuat Anda berhubungan dekat dengan orang lain dan permukaan yang sering disentuh," informasi yang tertulis dalam situs resmi CDC.

Kendati demikian, kebanyakan virus dan kuman tidak dapat menyebar dengan mudah dalam kabin pesawat karena udara bersirkulasi dan disaring.

"Namun, jarak sosial sulit dilakukan pada penerbangan yang ramai dan duduk dalam jarak 6 kaki dari orang lain, terkadang selama berjam-jam, dapat meningkatkan risiko terkena COVID-19," informasi dari sumber yang sama.

Sementara itu, para peneliti dari Institute of Hygiene and Epidemiology Vietnam berpendapat: "Meski industri penerbangan internasional menilai risiko transmisi dalam penerbangan sangat rendah, penerbangan panjang khususnya telah menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan karena banyak negara telah mulai mencabut pembatasan penerbangan meskipun transmisi SARS-CoV-2 sedang berlangsung."

Forbes melaporkan, terdapat sebuah studi yang mengamati sekelompok orang dalam satu penerbangan dari Boston ke Hong Kong pada Maret lalu.

"Mengingat riwayat kasus dan hasil urutan, urutan kejadian yang paling mungkin adalah bahwa salah satu atau dua penumpang tertular SARS-CoV-2 di Amerika Utara dan menularkan virus ke pramugari C dan D selama penerbangan," ujar peneliti tersebut.

tribunnews
ILUSTRASI penumpang pesawat (rd.com)

"Satu-satunya lokasi di mana keempat orang berada dalam jarak dekat untuk waktu yang lama adalah di dalam pesawat," tambahnya.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, Covid-19 dapat ditularkan di pesawat.

Kasus Covid-19 Pekerja Maskapai Lebih Rendah dari Populasi Umum

Sebuah data yang dirilis Association of Flight Attendants (AFA) menunjukkan, pramugari dan pekerja maskapai penerbangan lainnya memiliki kasus Covid-19 yang lebih rendah dibandingkan populasi umum.

Berdasarkan data tersebut, lebih dari 1.000 pramugari di dunia dinyatakan positif Covid-19.

Angka itu di luar 122 ribu orang yang bekerja sebagai kru kabin di Amerika Serikat (AS) pada akhir 2019, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved