Travel Alert

Protokol Kesehatan Bagi Warga yang Ingin Pergi ke Mall Selama Masa PSBB Jilid 2 di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pusat perbelanjaan beroperasi, meski PSBB jilid 2 diberlakukan pada 14-27 September 2020.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Ilustrasi. Warga Jakarta masih bisa belanja ke mal, pusat perbelanjaan, dan pasar, di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta jilid 2 ini. 

Protokol Kesehatan Bagi Warga yang Ingin Pergi ke Mall Selama Masa PSBB Jilid 2 di Jakarta

TRIBUNTRAVEL.COM - Warga Jakarta masih bisa belanja ke mal, pusat perbelanjaan, dan pasar, di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta jilid 2 ini.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pusat perbelanjaan beroperasi, meski PSBB jilid 2 diberlakukan pada 14-27 September 2020.

Namun pusat perbelanjaan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan pengunjung, paling banyak 50 persen dari kapasitas," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam konferensi pers di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (13/9/2020).

Aturan ini sangat berbeda dari PSBB Jakarta jilid 1.

Ketika itu, hanya gerai yang menjual makanan dan bahan makanan, obat-obatan, bank, dan operator telekomunikasi yang diizinkan buka.

Perbedaan ini ternyata berkat upaya para pedagang juga, baik yang di mal maupun pasar, agar nereka tetap bisa berjualan.

tribunnews
Petugas kebersihan di salah satu pusat perbelanjaan yang dikelola Lippo Malls Indonesia, membersihkan fasilitas yang banyak digunakan oleh pengunjung seperti, tombol lift, hand rail eskalator, dan fasilitas lainnya. (Istimewa/Lippo Malls)

Taat dan disiplin

Menurut Anies, pihaknya menemukan ketaatan para pedagang terhadap protokol Covid-19 di pasar dan pusat perbelanjaan, selama tiga bulan ini.

Di antaranya mewajibkan pengunjung memakai masker, menjaga jarak, menyediakan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan, dan sebagainya.

Bahkan para pedagang bersedia tempatnya ditutup selama tiga hari, bila ditemukan kasus positif di pusat perbelanjaan tempatnya berdagang.

Selama ditutup, pengelola pusat perbelanjaan wajib menyemprot cairan disinfektan demi memusnahkan virus tersebut.

"Tindakan kami untuk menutup pasar bila ditemukan kasus positif, telah membuat mereka bersama-sama disiplin menegakan protokol kesehatan, untuk menghindari pasarnya ditutup. Jadi saat ini kita menyaksikan, justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran," ujar Anies.

Atas dasar itu, kata Anies, fokus PSBB kali ini ada di perkantoran.

"Ini berlaku selama dua pekan ke depan. Bila di pasar, di pusat perbelanjaan, atau di gedung perkantoran ditemukan kasus positif. Maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu (yang ditutup), tetapi seluruh gedung akan ditutup selama tiga hari operasi," kata Anies tegas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved