Destinasi Wisata

Pernah Jadi Tempat Terlarang, Kini Jadi Tujuan Wisatawan

Ko Mak atau Koh Mak adalah pulau kecil di Provinsi Trat, Thailand yang menyuguhkan pemandangan alam begitu menakjubkan.

Editor: Geafry Necolsen
Flikr
Ilustrasi pemandangan Pulau Koh Mak di Thailand 

Pernah Jadi Tempat Terlarang, Kini Jadi Tujuan Wisatawan

TRIBUNTRAVEL.COM - Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak tempat wisata di dunia ditutup sementara, tak terkecuali di Thailand.

Thailand memiliki tempat yang dulu pernah di larang untuk dikunjungi, yaitu Ko Mak di Trat.

Tempat itu konon tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan hingga 1985.

Saat ini, tempat wisata alam tersebut boleh dikunjungi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan alam.

Pulau kecil itu memiliki ombak yang tenang, bergerak perlahan mencapai Pantai Ao Khao di Koh Mak.

 

Air pantainya begitu hangat dan jernih, yang pasti akan memanjakan siapa saja yang ingin berenang di sana.

Lautan di pulau tersebut dihuni oleh sekelompok ikan kecil yang berenang di dekat pantai, ada juga burung laut yang sering sandar di tepi pantai.

Koh Mak adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi jika ingin merelaksasi diri dari bisingnya kota.

Suasana pantai yang tenang dengan pemandangan sunset menjadi tempat ini begitu istimewa.

Wisatawan bisa menikmati waktu sambil tiduran santai di ayunan di bawah pohon tepi pantai.

Pulau Koh Mak termasuk jauh dari kebisingan, seperti turis yang bermain jet ski, parasail, atau banana boat karena aktivitas tersebut dilarang di pulau ini.

tribunnews
Ilustrasi pemandangan di Pulau Koh Mak, Thailand (Flickr/Rory Haddon)

Sejarah Koh Mak

Diwartakan dalam bangkokpost.com, sejarah Koh Mak dapat ditelusuri kembali sejak masa Kerajaan Raja Rama V.

Dulunya Koh Mak adalah perkebunan kelapa milik Chao Sua Seng, seorang petugas urusan China.

Pulau itu dibeli oleh Luang Prompakdi, atau Plian Taveteekul, sekira 120 tahun lalu.

Orang kaya itu memutuskan untuk memindahkan keluarganya dari Koh Po di Prachan Khiri Khet provinsi Siam setelah pulau itu dijajah oleh Prancis dan kemudian menjadi bagian dari Koh Kong di Kamboja.

Setelah beberapa waktu, keluarga tersebut mengajak kerabat mereka bergabung dan pulau tersebut masih tetap dimiliki sebagian besar oleh kelima keluarga tersebut hingga hari ini.

Ide untuk membuka pulau itu sebagai pariwisata dimulai sekira tahun 1985 ketika sekelompok backpacker Eropa yang berada di Koh Chang mendayung perahu untuk menjelajahi sekitarnya dan berhenti di Koh Mak.

Pada saat inilah Jakrapad Taveteekul, cicit Luang Prompakdi, melihat peluang.

Dia mengembangkan sebagian dari perkebunan kelapa 300 rai menjadi Resor Koh Mak dan membangun sepuluh gubuk sederhana beratap jerami untuk menyambut wisatawan.

Itu adalah resor pertama di Koh Mak sebelum menjadi satu resor terkemuka di pulau itu hari ini.

Koh Mak juga dikenal sebagai tujuan dengan jejak karbon rendah.

Sekitar 40 resor dan 20 restoran di pulau itu bersama-sama mendapatkan piagam penghargaan.

Pemilik pulau tersebut mengurangi penggunaan produk plastik seperti sedotan, tas, dan botol air minum.

Faktanya, beberapa resor bahkan menanam sayuran, herbal, atau buah-buahan sendiri tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya dan telah menggunakan energi matahari untuk menyalakan bola lampu.

Pulau kecil ini memiliki luas total sekira 9.500 rai dan lingkar pulau sekitar 27 km.

Disclaimer: Untuk turis yang ingin memasuki Thailand harus mengikuti aturan karantina 14 hari terhitung mulai dari pertama kedatangan.

Menurut forbes.com, untuk mendapatkan izin visa tinggal, turis harus menunjukkan bukti akomodasi di luar masa karantina.

Bukti tersebut bisa berupa hotel atau penginapan berizin lainnya yang memenuhi ketentuan Kementerian Kesehatan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved