Travel Tips

Jangan Buru-buru Menyantap Makanan dari Awak Kabin Pesawat

Maskapai penerbangan sering kali menawarkan makanan kepada penumpang secara gratis.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Operasional Pesawat yang serba cepat membuat petugas tidak punya cukup waktu untuk membersihkan bagian dalam Pesawat. 

Jangan Buru-buru Menyantap Makanan dari Awak Kabin Pesawat

TRIBUNKALTIM.CO - Maskapai penerbangan sering kali menawarkan makanan kepada penumpang secara gratis.

Biasanya makanan tersebut diberikan dalam porsi kecil, seperti salad atau beberapa potong buah.

Banyak penumpang beranggapan jika makanan yang diberi adalah sehat.

Makanan di pesawat memang biasanya diatur dengan standar keamanan yang ketat serta jauh dari risiko bakteri.

Namun, menurut pakar makanan maskapai, Jean Dible, itu semua tergantung pada jeda waktu antara persiapan dan penyajian makanan.

Jean mengatakan, "Dalam industri restoran, makanan dimasak dan disajikan langsung".

tribunnews
Ilustrasi pramugari menawarkan makanan dan minuman di pesawat (travelupdate.com)

"Sedangkan di industri penerbangan, makanan disiapkan oleh perusahaan katering dan kemudian dikemas dalam wadah terisolasi lalu diangkut ke bandara untuk dimasukkan ke dalam pesawat," lanjut Jean.

Dengan begitu artinya terjadi penundaan, antara waktu makanan disiapkan dan disajikan sampai dikonsumsi penumpang.

Dilaporkan dalam express.co.uk, Jumat (21/8/2020) lebih lama makanan disajikan dapat berisiko menumbuhkan bakteri.

Jean melanjutkan: "Suhu penyimpanan yang salah adalah alasan nomor satu penyakit mudah menular melalui makanan di seluruh dunia."

Pakar keamanan makanan tersebut juga mengungkapkan sejumlah makanan yang baiknya dihindari saat penumpang naik pesawat.

Produk susu seperti es krim dan yoghurt dapat membusuk dengan cepat dan bakteri seperti listeria dapat mengontaminasi di dalamnya.

Jean menjelaskan, "Kamu tidak dapat melihat (bakteri) dengan mata telanjang bahkan tidak ada aromanya".

Selanjutnya adalah buah.

Buah-buahan yang terkadang ada dalam mangkuk sarapan di maskapai, mungkin masih terlihat segar karena dipotong beberapa jam sebelum jadwal penerbangan.

Inilah alasan kenapa sejumlah maskapai penerbangan cenderung menggunakan makanan yang tahan lama tanpa bahan pengawet.

Namun hal tersebut bisa menimbulkan kemungkinan bakteri dapat tumbuh, tapi makanan jadi tidak sehat kalau diberi pengawet tambahan.

Dalam ilmu pengetahuan juga menunjukkan bahwa makanan mengandung banyak lemak dan gula dapat membuat orang tidak enak badan kalau dikonsumsi saat terbang.

Sehingga banyak ahli merekomendasikan agar penumpang membeli makanan di terminal bandara atau menunggu ketika pesawat sudah mendarat.

Nasi juga bisa disertakan sebagai makanan utama yang ditawarkan dalam penerbangan.

Namun nasi bisa menjadi salah satu makanan yang mengandung bakteri kalau tidak diolah dan dikemas dengan baik.

Hal tersebut bisa membuat penumpang keracunan makanan.

Bakteri yang umum ditemukan pada nasi adalah Bacillus cereus yang tumbuh ketika nasi didinginkan atau disimpan dalam suhu rendah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved