Travel Alert

Terbang dari dan ke Jakarta Selama PSBB, Masih Perlukah Pakai SIKM?

Penumpang pesawat rute domestik yang ingin terbang tetap wajib membawa surat hasil Rapid Test atau PCR Test

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Antrean panjang di Bandara Soearno-Hatta. Penumpang pesawat rute domestik yang ingin terbang tetap wajib membawa surat hasil Rapid Test atau PCR Test 

Terbang dari dan ke Jakarta Selama PSBB, Masih Perlukah Pakai SIKM?

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua pada Senin (14/9/2020).

Lantas, apakan penumpang pesawat yang terbang dari dan ke Jakarta wajib memiliki SIKM?

Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) tidak lagi dibutuhkan bagi penumpang pesawat yang berangkat atau tiba di Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Halim Perdanakusuma.

"Saat ini tidak dibutuhkan SIKM bagi penumpang pesawat yang berangkat atau tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma," kata Awaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Ia menerangkan, penumpang pesawat rute domestik yang ingin terbang tetap wajib membawa surat hasil Rapid Test atau PCR Test yang berlaku maksimal 14 hari pada saat keberangkatan.

Pihaknya juga mengatakan bahwa Angkasa Pura II bersama stakeholder mendukung PSBB dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat di bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

"Protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma dijalankan secara ketat sesuai regulasi yang ada," terangnya.

Selain itu, ia juga mengimbau penumpang untuk memerhatikan sejumlah aturan lainnya untuk membantu kelancaran penerbangan salah satunya wajib mengisi aplikasi e-HAC.

"Penumpang rute domestik dan penumpang rute internasional yang baru mendarat wajib sudah mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) melalui aplikasi e-HAC atau formulir kertas," jelasnya.

Tetap perhatikan informasi standar protokol kesehatan

Selain hal-hal pokok tersebut, penumpang pesawat wajib memerhatikan informasi mendasar lainnya seperti kewajiban memakai masker saat berada di bandara dan ketika naik pesawat, dan menerapkan jaga jarak.

Lanjut Awaluddin, penumpang juga harus selalu terinformasi mengenai operasional penerbangan semisal jika ada perubahan jadwal keberangkatan pesawat.

"Penumpang pesawat juga hendaknya mengetahui ketentuan di masa PSBB DKI Jakarta misalnya terkait dengan penggunaan mobil pribadi dan transportasi publik," ujarnya.

tribunnews
Terminal 1A-1B Bandara Soekarno-Hatta (Warta Kota - Tribunnews.com)

Bagi penumpang pesawat yang melintasi lalu lintas Jakarta dengan mobil pribadi harus memperhatikan bahwa kapasitas maksimal hanya boleh diisi 2 orang per baris kursi, kecuali 1 domisili.

Sementara itu, bagi penumpang pesawat yang melintasi lalu lintas Jakarta dengan transportasi publik harap diperhatikan untuk mempersiapkan keberangkatan sedini mungkin karena dilakukan pembatasan kapasitas, pengurangan frekuensi layanan dan armada.

Ia juga mengimbau agar penumpang pesawat sesering mungkin mencuci tangan dengan hand sanitizer dan menggunakan sabun serta air mengalir di wastafel yang tersebar di sejumlah titik di bandara.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved