Kuliner

Odading Jajanan yang Viral di Medsos, Namanya Berawal dari Kisah Lucu

Odading mempunyai rasa sedikit manis, bentuknya menyerupai bantal, persegi dan agak bulat.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Odading mempunyai rasa sedikit manis, bentuknya menyerupai bantal, persegi dan agak bulat. 

"O, dat ting" berarti “0, benda itu?”

Lokasi dan Sejarah Odading Mang Oleh

Ya, sejak beberapa hari lalu, media sosial ramai membicarakan tentang odading Mang Oleh.

Bahkan orang nomor satu Jawa Barat pun Ridwan Kamil pun menulis dalam postingan akun instagramnya, bahwa setelah disuntik vaksin Covid-19 pada Senin (14/9/2020), saatnya membeli odading Mang Oleh.

Odading Mang Oleh sendiri dijual di gerobak PKL.

Letaknya di Jalan Baranang Siang, di sekitar Gedung Rumentang Siang, Kota Bandung.

Odading Mang Oleh yang bernama resmi Mang Sholeh ini sudah menjadi jajanan khas yang bisa didapat di sekitar Pasar Kosambi, sejak puluhan tahun lalu.

Odading Mang Oleh menjadi viral setelah beredar video endorse atau review dari seseorang yang berjuluk Ade Londok, di media sosial. Videonya beredar di Twitter sampai Instagram.

Suara yang berapi-api atau ngegas bahkan jadi tren kemudian digunakan dalam suara latar oleh para pengguna TikTok.

"Odading Mang Oleh, rasanya seperti anda menjadi Iron Man. Belilah odading Mang Oleh, didieu, karena kalau Anda teu ngadahar odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung aing. Lain balad aing," kata Ade Londok dalam video yang beredar tersebut.

Penuturannya yang berapi-api dan terkesan lucu ini pun membuat orang yang menonton videonya jadi penasaran dengan odading Mang Oleh. Akhirnya, orang pun semakin banyak yang berdatangan membeli odading Mang Oleh.

Tidak hanya ibu-ibu yang baru berbelanja dari Pasar Kosambi seperti biasanya, kini muda-mudi, pegawai kantoran, sampai wisatawan pun ngantre untuk membeli odading Mang Oleh.

Banyak di antaranya yang berselfie dengan latar gerobak Mang Oleh atau membuat konten video, untuk diposting di akun media sosial pribadinya.

Saat ditemui di tempat jualannya, Mang Oleh mengatakan sebelum video tersebut viral empat hari lalu, biasanya hanya membuat cakue dan odading dengan 25 kilogram tepung terigu.

Namun kini, bisa menghabiskan sampai 120 kilogram terigu seharinya.

Untuk menjaga protokol kesehatan tetap berjalan, katanya, ia menambah satu gerobak lagi supaya bisa dengan aman melayani pembeli, sekaligus untuk meningkatkan ruang produksinya.

"Saya sendiri sudah berjualan odading sejak 1987, terus tahun 90-an pindah ke lokasi sekarang. Dulu yang terkenalnya cakue, sekarang odading sama cakue sama-sama terkenal, sejak ada video viral itu dari Ade Londok," kata pria yang akrab disapa Mang Oleh ini, Selasa (15/9/2020).

Mang Oleh mengatakan selain terigu, bahan utama yang digunakan untuk membuat odadingnya adalah soda kue, mentega, ragi, gula, dan minyak.

Sedangkan untuk membuat cakue, gula diganti dengan garam.

"Saya berusaha mempertahankan resep dari dulu sampai sekarang. Kualitas bahan dan kesehatannya dijaga. Harga juga tidak naik sejak lima tahun lalu, Rp 1.500 satunya. Syukurlah sekarang jadi banyak yang datang," katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved