Belanja

Lima Kopi Termahal di Dunia, Salah Satunya dari Indonesia

Traveler bahkan mungkin akan mempertaruhkan jarak yang jauh atau bahkan uang yang banyak hanya untuk mencicip segelas kopi

Editor: Geafry Necolsen
Cirquee
Ilustrasi: Barista menyeduh kopi 

Lima Kopi Termahal di Dunia, Salah Satunya dari Indonesia

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika sudah membicarakan tentang hobi dan kesukaan, apapun mungkin akan kita lakukan untuk mendapatkannya.

Termasuk kamu para traveler yang mencintai kopi dan sangat menyukainya.

Traveler bahkan mungkin akan mempertaruhkan jarak yang jauh atau bahkan uang yang banyak hanya untuk mencicip segelas kopi kesukaan atau segelas kopi langka yang sulit sekali ditemui.

Dilansir TribunTravel dari The Manual, berikut 5 kopi termahal di dunia.

1. Hacienda El Roble: Rp 1,5 juta per 500 gram

tribunnews
Hacienda El Roble (Facebook Café Mesa De los Santos)

Kopi ini tergolong dalam kopi langka yang dihasilkan terbatas setiap tahunnya.

Hacienda El Roble hanya diproduksi sekitar 22 kilogram per tahun.

Awal mula kopi ini berasal pun hingga kini belum diketahui dan masih menjadi misteri.

Pohon kopi ini awalnya dibeli oleh seorang pemilik yang percaya bahwa mereka adalah varietas Geisha yang sangat berharga.

Namun ternyata, pohon yang ia beli tersebut varietasnya masih belum diketahui.

Di akhir musim, pemilik pohon tersebut sadar bahwa ia memiliki sesuatu yang spesial.

Pohon kopi ini tumbuh di sebuah lahan pertanian di selatan Kolombia yang diawasi oleh seorang ahli agronomi.

Ia memberikan nutrisi pohon tersebut berupa kompos ayam organik.

Biji kopi tersebut pun diproses dengan di-pulping, dikeringkan dengan matahari, dan fermentasi yang diawasi dengan ketat.

Satu-satunya tempat untuk mendapatkan kopi ini adalah di sebuah roaster di Melbourne, Australia yang dikenal sebagai Proud Mary.

Proud Mary menyimpan ketat semua informasi soal aroma, rasa, dan body dari kopi tersebut.

2. Ospina Dynasty Gran Café Premier Grand Cru: Rp 2,7 juta per 500 gram

tribunnews
Ospina Dynasty Gran Café Premier Grand Cru (ospinacoffee.com)

Pohon kopi ini ditanam secara khusus di ketinggian 7500 kaki (2286 kilometer) atau lebih tinggi dari itu, di dataran tinggi abu vulkanis di provinsi Antioquia, Kolombia.

Gran Café Premier Grand Cru menawarkan aroma kacang-kacangan dengan sedikit aroma apricot, body kopi yang sedikit kasar tapi tetap seimbang, dan rasa cokelat-almond yang bisa memberikan sensasi garing di lidah.

3. Hacienda La Esmeralda: Rp 1,5 juta – Rp 5,5 juta per 500 gram

Hacienda La Esmeralda yang tumbuh di daerah Boquete di Panama dianggap jadi salah satu kopi paling berharga di dunia.

Berasal hanya dari pohon kopi warisan varietas Geisha, sebuah pohon yang khusus tumbuh di ketinggan 1500 meter di atas permukaan laut.

Harganya yang selangit dikarenakan jumlahnya yang sedikit.

Selain itu musim tumbuhnya yang sebentar dan juga biaya yang tak sedikit, belum lagi rasanya yang tak tertandingi.

Kopi ini punya rasa ringan yang murni dan rasa intens dengan rasa sitrus yang kuat, sekuat kue teh lemon.

4. Kopi Luwak: Rp 9,5 juta per 500 gram

tribunnews
Kopi luwak (focusingonwildlife.com)

Kopi Luwak menjadi satu di antara kopi termahal dan terkenal di dunia.

Kopi asal Indonesia ini digoreng setelah dimakan, dicerna, dan dikeluarkan menjadi kotoran oleh hewan Luwak.

Ternyata, binatang ini sangat pemilih dalam memakan biji kopi.

Mereka hanya memilih untuk memakan biji kopi merah yang paling manis dan segar.
Setelah dimakan, biji kopi merah tersebut mengalami proses fermentasi alami di dalam saluran pencernaan luwak.

Proses tersebut memberikan karakteristik rasa yang unik yang tidak bisa diproduksi dengan cara lain.

Setelah luwak mengeluarkan kotoran, biji kopi yang ikut keluar pun dibersihkan, lalu digoreng dan diseduh.

Karakteristik rasa yang paling terasa dalam kopi luwak adalah rasa plum, teh, dan mawar.

5. Black Ivory: Rp 23,7 juta per 500 gram

Black Ivory adalah sebuah nama yang terkesan keren.

Namun, di balik itu, rupanya nama tersebut merujuk pada kotoran gajah.

Kopi jenis ini diproduksi dengan cara yang sama dengan Kopi Luwak.

Kopi ini dihasilkan dari biji kopi Arabica yang dikonsumsi oleh gajah-gajah di Thailand bagian utara.

Sebagai herbivora, gajah memiliki enzim khusus dan pencernaan yang sangat lambat untuk bisa memproduksi rasa yang unik, lembut, dan empuk di dalam biji kopi yang ia konsumsi.

Mengapa harga Black Ivory sangat mahal?

Ini karena sulitnya mengekstrak biji kopi yang utuh.

Gajah punya kebiasaan untuk mengunyah semuanya dan membuang biji yang tidak mereka kunyah hingga hancur di tempat-tempat yang sulit untuk ditemukan.

Tak seperti Kopi Luwak, kopi ini diproduksi melalui kerja sama dengan tempat penangkaran gajah yang menyelamatkan gajah dari kekerasan di industri pariwisata.

Sebagian besar hasil penjualan kopi tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai biaya kesehatan gajah-gajah tersebut.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved