Kuiner

Toko Roti Go, Produsen Roti Legendaris di Purwokerto yang Sudah Ada Sejak 118 Tahun Lalu

Tidak mengherankan jika toko ini di kenal sebagai toko roti tertua di Indonesia yang masih bertahan dan eksis hingga sekarang.

Editor: Geafry Necolsen
Roti Go
Toko roti Go dikelola oleh pasangan suami istri Rosani Wiogo dan FX Pararto Widjaja. Rosani Wiogo sendiri adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha toko roti leluhurnya. 

Toko Roti Go, Produsen Roti Legendaris di Purwokerto yang Sudah Ada Sejak 118 Tahun Lalu

TRIBUNTRAVEL.COM - Siapa sangka di kota kecil Purwokerto berdiri sebuah toko roti legendaris. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan toko roti Go.

Toko roti Go bisa dikatakan menjadi toko roti tertua di Indonesia.

Bayangkan saja toko roti ini sudah ada sejak 1898, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toko roti Go berada di Jalan Jenderal Soedirman Nomor 724 Purwokerto.

Toko roti Go dikelola oleh pasangan suami istri Rosani Wiogo dan FX Pararto Widjaja. Rosani Wiogo sendiri adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha toko roti leluhurnya.

Selain sebagai pengusaha Rosani Wiogo juga merupakan mantan dosen microbiologi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Bersama dengan suaminya yang juga mantan dosen Farmasi UGM itu berjuang melanjutkan usaha warisan semenjak 2004 usai orang tuanya meninggal.

Cerita bermula ketika pada 1898 pasangan Oei Pak Ke Nio dan suaminya, Go Kwe Ka mencoba membuat dan membuka toko roti.

Dipilihlah nama Roti Go diambil dari nama Go Kwen Ka.

Pasangan Oei Pak Kwe Ka adalah kakek dan nenek Ibu Rosani Wiogo. Dengan demikian Rosani Wiogo, merupakan cucu pendiri toko.

Memang pantas toko roti Go disebut sebagai toko roti tertua. Sebab kiprah dan perjuangannya mempertahankan usaha turun temurun hingga lebih dari seabad tidaklah mudah.

Usaha roti milik keluarga ini harus melewati fase kolonial yang diwarnai konflik dan peperangan. 

Toko roti Go pernah mengalami keganasan perang di masa penjajahan.

Semasa agresi militer Belanda II pada 1948, toko tersebut dibakar hingga luluh lantah.

Pembakaran juga diikuti bersama dengan penghancuran sejumlah bangunan di Purwokerto. Pemilik dan seluruh pekerja lari menyelamatkan diri. 

"Menurut cerita orang tua saya, waktu itu toko musnah terbakar hanya menyisakan oven dan alat peracik roti berbahan besi yang kebal dari api.

Untungnya seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri," ujar Rosiani kepada Tribunjateng.com.

Mesin oven kuno yang berusia ratusan tahun menjadi saksi bisu perjalanan toko Roti Go.

Oven tersebut menjadi mesin utama pembuatan roti. Oven legendaris itu dibangun dengan batu bata tahan api.

Tidak ada yang berubah dari tata letak bangunan. Meski sempat terbakar, tetapi tidak menjadikan toko roti Go mengubah bangunan menjadi kesan modern.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved