Traveling

Ubah Bus Tua Jadi Hotel Berjalan, Perusahaan Traval Ini Layani Road Trip Keliling 16 Negara

Perusahaan itu membeli sebuah bus sekolah tua yang diubah menjadi hotel berjalan atau yang mereka sebut traveling hotel.

Editor: Geafry Necolsen
MyBusHotel
Ubah Bus Tua Jadi Hotel Berjalan, Perusahaan Traval Ini Layani Road Trip Keliling 16 Negara 

Ubah Bus Tua Jadi Hotel Berjalan, Perusahaan Traval Ini Layani Road Trip Keliling 16 Negara

TRIBUNKALTIM.CO - Perusahaan yang melayani kemah dan petualangan di Amerika Serikat (AS) La Brigade du Voyage menciptakan pengalaman unik untuk traveler.

Perusahaan itu membeli sebuah bus sekolah tua yang diubah menjadi hotel berjalan atau yang mereka sebut traveling hotel.

Bus tersebut nantinya akan membawa traveler road trip melewati 16 negara di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Dari sana perusahaan itu mulai menciptakan sejumlah paket liburan menggunakan bus-bus lain yang telah diubah sedemikian rupa.

La Brigade du Voyage juga menawarkan wisata di Taman Nasional Yosemite dengan naik bus sekolah berwarna kuning.

Selain itu, ada juga petulangan yang berangkat dari Las Vegas menuju taman nasional di Amerika bagian barat.

Perjalanan termasuk malam melihat bintang di atas kapal, bersepeda gunung, bermain kano, tiket masuk taman nasional, dan makan selama perjalanan.

Terdampak Covid-19

La Brigade du Voyage menjadi salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata yang terdampak Covid-19.

Dengan pembatasan di sejumlah wilayah, La Brigade du Voyage berhenti melayani paket wisata road trip untuk sementara waktu.

Melansir dari Lonely Planet, perusahaan itu kemudian beralih ke bisnis lain, merancang kendaraan yang dipesan khusus untuk orang-orang yang tertarik untuk membeli.

Melalui MyBusHotel, tim telah mengubah bus dengan berbagai bentuk dan ukuran, dengan fokus pada desain dan fungsionalitas.

"Tujuan kami adalah menciptakan kendaraan yang ideal untuk perjalanan tanpa kehilangan kenyamanan," kata Paul.

"Dengan tim dan pengetahuan di hotel-hotel mewah, manajemen acara, dan tentu saja perjalanan, kami merancang kendaraan yang terinspirasi oleh pengalaman kami sendiri," jelasnya.

Bus yang dijual dibanderol dengan beragam harga.

Misalnya Leon, bus Chevrolet Express 3500 berwarna biru itu dijual dengan harga 58 ribu dolar AS atau sekitar Rp 844 juta.

Leon dapat menampung tiga penumpang dan memiliki kamar mandi.

Sementara Barbara dibanderol dengan harga 64 dolar AS atau sekitar Rp 932 juta.

Bus itu memiliki enam tempat tidur susun dan satu tempat tidur queen.

Kendati sudah memiliki bisnis baru, Paul berharap pihaknya dapat menawarkan pengalaman sewa lagi tahun depan setelah pembatasan mereda.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved