Travel Alert

Jangan Lepas Masker Saat Traveling, Selain Masalah Kesehatan, Juga Terancam Sanksi dan Denda

sejumlah daerah kini telah memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dikenai sanksi

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Jatim / Surya
Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). 

Rencananya para pakar atau ilmuwan ini berencana menerbitkan bukti airbone dalam jurnal ilmiah minggu depan.

Dikutip dari Science Times, WHO sebelumnya mengatakan Virus Corona menyebar melalui droplet atau tetesan dari batuk maupun bersin orang terinfeksi.

Selain itu, organisasi kesehatan itu mengatakan virus akan menghilang di udara dengan cepat karena partikelnya besar.

Namun kini banyak ilmuwan yang meyakini bahwa SARS-CoV-2 itu dapat mengudara.

Artinya partikel virus bisa menetap di udara dan di dalam ruangan.

Menurut The New York Times, kenaikan kasus infeksi baru-baru ini terjadi pasca pembukaan perkantoran.

Ini mengonfirmasi klaim para ilmuwan bahwa Virus Corona airbone, sejak beberapa bulan silam.

Ruangan dengan siklus udara yang buruk berkemungkinan besar menjadi pusat penyebaran wabah.

Sehingga masker sangat dibutuhkan untuk mencegah risiko penularan baik di dalam maupun luar ruangan.

Tenaga kesehatan pun mungkin membutuhkan masker N95 yang mampu menghadang droplet hingga virus airbone saat merawat pasien covid-19.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved