Travel Tips

Hal-hal Baru yang Berlaku dalam Layanan Penerbangan di Masa Pandemi Virus Corona

Mungkin, sejak Indonesia dilanda pandemi virus corona, Anda tidak pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Banyak hal baru diterapkan.

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Mungkin, sejak Indonesia dilanda pandemi virus corona, Anda tidak pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Banyak hal baru diterapkan. 

Hal-hal Baru yang Berlaku dalam Layanan Penerbangan di Masa Pandemi Virus Corona

TRIBUNKALTIM.CO - Mungkin, sejak Indonesia dilanda pandemi virus corona, Anda tidak pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat.

Pandemi ini merubah banyak kebiasaan masyarakat. Akibat pandemi virus corona yang melanda, berikut ini aturan - aturan di pesawat yang berubah 

Pandemi virus corona (covid-19) yang melanda berbagai negara berdampak terhadap industri penerbangan.

Sebagian besar maskapai terpaksa membatalkan perjalanan hingga melakukan PHK massal terhadap karyawannya.

Namun, hal itu dibarengi dengan sejumlah perubahan aturan yang diterapkan guna mengantisipasi penyebaran covid-19.

Melansir CNA, berikut lima aturan penerbangan yang mulai dibiasakan selama pandemi virus corona:

1. Mengosongkan kursi tengah

Beberapa maskapai, termasuk Garuda Indonesia membuat kursi tengah kosong.

Chief executve Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, akan menjaga load factor di pesawatnya berkurang secara signifikan, bahkan jika Indonesia mencabut batas peraturan saat ini pada kapasitas penerbangan.

Misalnya, pada pesawat Boeing 737 Garuda dengan konfigurasi tempat duduk tiga-plus-tiga di kelas ekonomi, kursi tengah akan dikosongkan sehingga akan ada jarak penumpang di baris yang sama.

Di Amerika Serikat, Delta Air Lines, Southwes Airlines dan JetBlue Airways juga memblokir kursi karena pertimbangan jarak sosial.

Penelitian baru-baru ini dari Massachusetts Institute of Technology memperkirakan bahwa memblokir kursi tengah di pesawat bisa mengurangi risiko terinfeksi oleh virus corona, dengan asumsi bahwa semua penumpang memakai masker.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengatakan langkah-langkah jarak sosial pada pesawat akan menggeser ekonomi penerbangan dengan memangkas faktor muatan maksimum menjadi 62 persen, jauh di bawah 'titik impas' industri rata-rata di 77 persen.

"Dibandingkan dengan 2019, harga tiket pesawat harus naik secara dramatis, antara 43 dan 54 persen, tergantung wilayahnya - hanya untuk mencapai titik impas," kata IATA di situs webnya.

Pandemi Covid-19, Berikut Barang-barang yang Sebaiknya Tidak Disentuh saat di Pesawat

Baru Pertama Kali Naik Pesawat? Ini Hal-hal yang Harus Anda Perhatikan

2. Meminimalkan interaksi

Tidak hanya lebih sedikit penumpang, tapi juga lebih sedikit interaksi.

Pada penerbangan Garuda, para kru menjaga jarak aman dari saat penumpang menaiki pesawat, penumpang duduk, hingga saat pesawat mendarat, kata pramugari senior Thamy Karamina.

"Kita perlu memastikan interaksi di pesawat tidak akan menyebarkan virus," tutur Irfan.

Hal tersebut termasuk interaksi antara awak kabin dan penumpang.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved