Agen Perjalanan Wisata Balikpapan Mati Suri, Belum Ada yang Mau Beriwisata Saat Pandemi

Wisatawan masih terkendala dengan adanya rapid test dan test pcr, serta protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Balikpapan terkendala dengan rapid test dan test pcr, serta protokol kesehatan yang harus dipatuhi. 

Agen Perjalanan Wisata Balikpapan Mati Suri, Belum Ada yang Mau Beriwisata Saat Pandemi

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis travel agent atau biro perjalanan nyaris tak berjalan sama sekali selama 4 bulan terakhir.

Pandemi Covid-19 membuat mereka yang mengandalkan wisata, harus mati suri.

Kondisi ini dialami seluruh agen perjalanan baik wisata maupun haji dan umrah. Termasuk di Balikpapan.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies atau ASITA Balikpapan Tan Lili menyampaikan, memasuki masa kenormalan baru pandemi Covid-19, dimana pelonggaran-pelonggaran aktivitas telah dibuka perlahan, tidak berdampak signifikan untuk travel agent.

"Sejauh ini belum ada perkembangan yg baik dan bisnis travel. Masih mati suri," ujarnya ketika dihubungi.

Hanya saja masih terkendala dengan adanya rapid test dan test pcr, serta protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Sehingga dalam perjalanannya, liburan akan terasa jauh berbeda.

"Tetapi sudah ada juga yg berwisata di daerah masing-masing, wisata lokal dengan protokol kesehatan," tambahnya.

Lanjutnya, dengan jumlah pasien positif virus corona di Balikpapan yang kian bertambah, lanjut Tan Lili akan sangat berdampak pada masa depan agen tour dan travel.

Meski pemerintah telah memberi kelonggaran di era new normal.

"Sangat berdampak pastinya karena pemerintah setempat masih belum menerima adanya kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Walaupun saat ini pemerintah menerapkan new normal, tapi pengaruhnya kepada agent tour dan travel masih belum terasa karena belum ada yang mau berwisata dalam masa pendemi ini," paparnya.

Sejauh ini, sebagian besar agen tour dan travel yang bergabung di Asita, masih menutup Kantor operasionalnya, dan menjalankan aktivitas pemesanan tiket dari rumah.

Pembelian tiket pun, untuk perjalanan biasa dan perjalanan dinas, bukan perjalanan wisata.

"Kami berharap semoga dalam waktu dekat dunia pariwisata dapat segera bangkit kembali, agar teman-teman di Asita dapat aktif kembali menjalankan usahanya," ujarnya.

"Dan Asita semakin solid sehingga dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat memajukan pariwisata indonesia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved