Kuliner

Sejarah Kuliner CapCai, Awalnya Adalah Makanan Sisa Raja

Capcai sendiri merupakan sajian khas Tionghoa yang terdiri dari beraneka ragam sayuran.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Capcai sendiri merupakan sajian khas Tionghoa yang terdiri dari beraneka ragam sayuran. 

Sejarah Kuliner CapCai, Awalnya Adalah Makanan Sisa Raja

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terdiri dari 10 racikan sayuran bergizi & disukai, siapa sangka dulu Capcai adalah makanan sisa Raja.

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keanekaragaman suku, bangsa dan bahasa. Hal inilah menjadi alasan terbentuknya semboyan Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara Garuda Pancasila yang bermakna berbeda-beda tetap satu jua.

Kendati terdiri dari berbagai macam suku bangsa, warga negara Indonesia tetap rukun dan saling menghormati satu dengan yang lain.

Capcai sendiri merupakan sajian khas Tionghoa yang terdiri dari beraneka ragam sayuran.

Bagaimana tidak? Seperti umumnya diketahui, Capcai biasanya mengandung kurang lebih 10 macam sayuran.

Jika diartikan secara harfiah, Capcai merupakan kombinasi kata dari dialek Hokkian yaitu Cap yang berarti sepuluh dan Cai yang bermakna sayuran.

Sejarah dari Capcai sendiri diketahui berawal dari zaman dinasti, di mana makanan sisa raja diolah kembali menjadi pangan yang dapat dikonsumsi oleh pegawai istana lainnya.

Hal ini pula yang membuat Capcai dianggap sebagai makanan murahan pada zamannya.

Kendati demikian, Capcai kini menjadi makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat, baik dijual maupun dibuat untuk konsumsi sendiri.

Oleh karena filosofinya yang cukup dalam, kali ini dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan di tengah situasi pandemi virus Corona, Bright Gas mengadakan lomba masak virtual bertajuk Masak Merdeka dengan menghadirkan chef Eeng untuk mendemonstrasikan cara membuat sajian Capcai yang mudah namun tak kalah lezat dan bergizi.

tribunnews
Kreasikan menu Capcai yang sehat nan lezat dan menangkan hadiah jutaan rupiah dalam lomba Masak Merdeka Bersama Bright Gas, Jumat (7/8/2020). (TRIBUN KALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO)

"Sebenarnya membuat sajian Capcai ini dapat dikatakan cukup mudah. Karena bahan-bahan yang digunakan pun dapat kita temukan di pasar dan cara mengelolanya sendiri tergolong sederhana," ujar chef Eeng.

Dalam demo masaknya, wanita yang telah menjadi chef lebih dari 10 tahun tersebut, menyediakan bahan-bahan antara lain sawi hijau, sawi putih, kembang kol, wortel, kapri jamur hioko dan jamur merang.

"Untuk ibu-ibu yang ingin menambahkan kandungan protein dalam sajian ini, dapat menambahkan daging ayam fillet, sosis, hati ayam, dan udang" tambahnya.

Bahan-bahan yang digunakan sebagai bumbu antara lain 2 siung bawang putih, 1/2 butir bawang bombay, garam, gula, merica, kaldu ayam, saos tiram, 3 sendok minyak goreng, minyak wijen, mentega, 1 gelas air dan tepung maizena?

"Untuk cara memasaknya, pertama haluskan 2 bawang putih dan iris bawang bombay. Lalu kemudian panaskan minyak goreng dan tumis dua bahan tersebut dalam minyak panas sampai bawang berubah warna menjadi kuning keemasan," kata wanita asli Jember tersebut.

Setelah bawang berubah warna dan mengeluarkan aroma, masukan daging ayam fillet, sosis, hati ayam dan udang. Lalu tumis seluruhnya hingga setengah matang.

"Kemudian masukan jamur dan tuangkan segelas air serta saos tiram sesuai selera. Jangan lupa juga untuk menambahkan minyak wijen secukupnya," katanya.

Setelah jamur dirasa sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, masukan garam, gula serta kaldu secukupnya dan tunggu hingga mendidih.

Begitu mendidih, segera masukkan wortel, kembang kol dan kapri.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved