Akomodasi

Grand Tjokro Hotel Balikpapan Tawarkan Konsep Pesta Pernikahan yang Aman di Tengah Pandemi

Nyaris empat bulan terakhir industri pariwisata dan hunian hotel harus tiarap akibat pandemi Virus Corona.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Salah satu hotel di kota Minyak yang tetap bertahan selama pandemi mewabah adalah Hotel Grand Tjokro. 

Grand Tjokro Hotel Balikpapan menawarkan paket promo bertajuk #akadajadulu dengan harga hanya Rp 8,5 juta per nett.

Sudah include venue, buffet menu for 35 pax, gratis dekorasi ruangan, wedding soft file documentation dan masih banyak lainnya.

Baca juga:

New Normal, Grand Tjokro Balikpapan Antar Breakfast ke Kamar Tamu

80 Unit Hotel Santika Indonesia Mulai Dibuka secara Berkala, Terapkan Protokol Kesehatan

 

Senada, Public Relation Platinum Balikpapan Hotel & Convention Center Vinka Aprilita Pasimanyeku menyebut pihaknya juga menyediakan promo akad yang dinamai 'Berakad' atau Berkah Akad.

Promo ini menawarkan ruangan untuk akad nikah, gratis 1 kamar tipe Deluxe yang telah di dekor (1 malam), standard sound system + 2 mic wireless, mini donuts karakter 2 kotak isi 12 pcs, prasmanan menu/family style, kopi dan teh serta diskon 25 persen untuk perawatan spa sebelum akad. Harganya pun terjangkau, yakni Rp200 ribu per nett/pax. Maksimal 20 pax.

"Program Berakad rencananya digelar seterusnya, selama Covid-19. Kita juga sudah 1 kali menggelar resepsi, namun sistem penerimaan tamunya kloter," ujar perempuan berambut panjang ini. 

Sementara itu, bagi warga Balikpapan yang ingin tetap menggelar resepsi pesta pernikahan, berikut syarat persyaratan penyelenggaraan resepsi pernikahan di Balikpapan. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 440/0397/PEM.

1. Pengelola gedung/penanggung jawab/management wajib memiliki Tim Gugus Tugas Covid-19 di lingkungan kerja.
2. Wajib memiliki tempat/pos kesehatan.
3. Diwajibkan menyampaikan Rencana Pengelolaan Normal Baru (RPNB) kepada Gugus Tugas Kota Balikpapan yang dilengkapi dengan persyaratan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sehingga Tim Gugus Tugas akan mengeluarkan surat keterangan ke penanggung jawab.
4. Batas jumlah tamu atau peserta pernikahan maksimal 50% dari kapasitas ruang.
5. Bila ada tamu atau peserta pernikahan dari luar kota diwajibkan memiliki hasil rapid test non reaktif atau hasil swab test negatif dari wilayah asal.
6. Memasang media informasi di lokasi-lokasi strategis atau menyebarkan informasi melalui undangan/surat elektronik/pesan digital kepada tamu undangan tentang protokol kesehatan yang harus diterapkan.
7. Menyediakan fasilitas di tangan memakai sabun di area-area tertentu.
8. Menyediakan hand sanitizer di area terjangkau dan area publik lainnya.
9. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala.
10. Memastikan semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut dalam kondisi sehat dengan melakukan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk. Apabila ditemukan suhu lebih dari 37,3 derajat Celcius (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit) maka tidak diperkenankan untuk ke acara.
11. Tidak diperkenankan pengisi acara dan acara hiburan dari luar kota.
12. Konsumsi tidak menerapkan sistem prasmanan atau bufet, dan dapat diganti dengan set menu nasi kotak/box/take away.
13. Mewajibkan seluruh penjamah pangan atau pekerja yang kontak langsung dengan pangan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti penutup kepala, sarung tangan dan masker. Sarung tangan harus segera diganti setelah memegang barang selain makanan.
14. Tidak diperkenankan kontak fisik secara langsung seperti bersalaman, dapat diganti dengan namaste.
15. Tidak diperkenankan standing party bagi peserta pernikahan/undangan tamu diatur dengan tempat duduk minimal 1 meter.
16. Pengaturan jalur keluar bagi tamu undangan/peserta pernikahan agar tidak terjadi kerumunan.
17. Untuk penyelenggaraan dirumah, diwajibkan memberikan surat informasi dan pernyataan kepada RT Kelurahan atau Kecamatan setempat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved