Lifestyle

Pentingnya Pendampingan Orangtua Saat Pandemi, untuk Membentuk Karakter Anak

Psikolog Kurnia Rizki menyebut, anak-anak merupakan peniru ulung. Karakteristik anak dibentuk dari pola pengasuhan orangtua.

istimewa
Orangtua mendampingi anak belajar di rumah 

Pentingnya Pendampingan Orangtua Saat Pandemi, untuk Membentuk Karakter Anak

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjadi orangtua adalah impian setiap pasangan yang sudah menikah.

Tapi, banyak orangtua baru yang belum paham tentang tips parenting yang baik.

Mengemban amanat sebagai orangtua, tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, bukan berarti juga sulit.

Orangtua memegang peranan penting dalam tumbuh kembang sang buah hati.

Psikolog Kurnia Rizki menyebut, anak-anak merupakan peniru ulung. Karakteristik anak dibentuk dari pola pengasuhan orangtua.

Peran orangtua yang paling dominan, di situlah anak akan ikut. Selain itu, pijakan dari orangtua yang lemah atau anak cenderung dibiarkan, anak akan mudah terpapar dampak negatif lingkungan di luar.

"Dampak negatif dari luar, misalnya, penyimpangan orientasi seksual. Orangtua perlu membangun fondasi keluarga yang kuat agar sang buah hati tidak terpapar perilaku tersebut," ungkapnya, Kamis (6/8/2020).

Fondasi tersebut adalah menanamkan ajaran agama sejak dini dan membangun kedekatan relasi antara orangtua dan anak.

Ia mengatakan, kedekatan antara orangtua dan anak sangat penting. Anak yang mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya tidak akan mencari kebahagiaan di luar.

"Sehingga peran ayah dan ibu juga harus seimbang. Kalau perannya lebih kuat ibu daripada ayah, anak bisa merasa kebingungan apakah dia laki-laki atau perempuan," lanjutnya.

"Tapi, jika salah satu orangtua LDR dengan anak nih, kan ada pengganti peran perempuan atau laki-laki yang lain. Kita hidup kan tidak individual, tapi makhluk sosial," tambahnya.

Sebagai contoh, lanjut Kurnia, anak laki-laki yang jauh dari ayahnya, maka sosok ayah bisa dipelajari dari kakak atau adik laki-laki maupun paman. Peran mereka harus diaktifkan, sehingga anak tidak bingung lagi soal peran dan fungsinya sebagai laki-laki.

"Sejak kecil anak harus ditanamkan soal fitrah seksualitas manusia itu hanya ada dua, laki-laki dan perempuan serta berpasangan," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved