Traveling

Tarif Rapid Test di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Hanya Rp 150 ribu, Sesuai Edaran Menkes

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 mengenai Batasan Tarif Tertinggi rapid test Antibodi sebesar Rp 150 ribu.

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Ilustrasi pemeriksaan dokumen wajib swab bagi para pendatang di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. 

Tarif Rapid Test di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Hanya Rp 150 ribu, Sesuai Edaran Menkes

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebelumnya Kementerian Kesehatan telah menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test dalam mendeteksi Virus Corona atau covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 mengenai Batasan Tarif Tertinggi rapid test Antibodi sebesar Rp 150 ribu.

Pasca kebijakan tersebut dikeluarkan, sebagian klinik dan rumah sakit di Kota Balikpapan, mulai menyesuaikan, termasuk salah satu RS rujukan di Kalimantan Timur RSUD Kanujoso Dajatiwibowo.

Pemberlakukan tarif harga itu ternyata telah diberlakukan mulai Senin (13/7/20) kemarin, untuk mentaati edaran dari Kementrian Kesehatan.

Baca Juga:

 Wisata Pulau Kumala di Kukar Kembali Dibuka, Pengunjung Luar Kaltim Wajib Bawa Hasil Rapid Test

 Kebagian Daging Kurban? Daging Kambing Jangan Dicuci dan Tips Memasaknya

"Kami kan juga rumah sakit pemerintah. Maka kami mentaati aturan yang di atas kami," ujarnya, Rabu (15/7/20).

Menurutnya, penurunan ini tidak lantas merugikan RSKD, sebab rumah sakiit milik pemerintah provinsi ini sudah memiliki reagen dengan harga murah.

"Rapid test secara manual biayanya bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Kalau alat kami sudah upgrade dan reagen-nya bisa dapat dengan harga murah. Makanya bisa turun," jelasnya.

Dengan menggunakan alat baru, kini RSKD bisa memenuhi kebutuhan rapid test hingga dalam hitungan ratusan dalam satu hari. Sedangkan Reagen yang dibeli juga mesti habis dalam 4 hari.

"Memang reagen tersebut harus dihabiskan agar stok tidak terbuang," sebutnya.

Dalam sehari, kata Eddy, permintaan rapid test di RSKD cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan penerbangan. Termasuk permintaan swab test juga tinggi, per harinya mencapai 30 pasien.

"Ya rata-rata mereka adalah pekerja perusahaan tambang atau perminyakan. Kalau permintaan rapid test mencapai ratusan orang per hari biasanya," tutur Eddy.

Sebagai informasi, biaya rapid test Rp 150 ribu ternyata masih belum termasuk biaya konsultasi. Terlebih apabila nantinya hasil rapid test menunjukkan reaktif.

Adapun biaya konsultasi dokter yang diberikan ini sebesar Rp 50 ribu, pendaftaran rekam medis Rp 5 ribu untuk pasien lama dan Rp 15 ribu untuk pasien baru. (*)

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved