Kuliner

Steak Daging Sapi Setengah Matang, Apa Aman Dikonsumsi?

Jangan ragu untuk mencoba makan steak yang setengah matang, asal daging telah dimasak merata di suhu minimal 60 derajat celcius.

Shutterstock
Steak daging setengah matang 

Steak Daging Sapi Setengah Matang, Apa Aman Dikonsumsi?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL -  Ketika Anda memesan menu steak daging di restoran, pasti Anda akan ditanyakan tingkat kematangan yang Anda mau — rare, medium rare, medium, hingga well done.

Kebanyakan pakar kuliner menyarankan Anda untuk menyantap steak medium rare karena tekstur daging yang lebih empuk dan rasanya lebih natural.

Namun banyak orang yang ragu untuk memesan daging “setengah matang” ini karena masih ada cairan merah yang keluar dari daging, yang dikira darah.

Bukan darah. Cairan merah yang Anda lihat merembes keluar dari daging setengah matang setelah dipotong sebenarnya adalah myoglobin.

Myoglobin adalah protein yang menyimpan oksigen pada otot hewan mamalia – sama halnya seperti hemoglobin di dalam tubuh manusia.

Myoglobin inilah yang membuat daging berwarna merah. Semakin merah dan gelap warna daging, maka semakin banyak myoglobin yang terkandung di dalam.

Makan daging
Makan daging (Shutterstock)

Itulah kenapa daging sapi (beserta daging domba, kambing, dan babi) digolongkan sebagai “daging merah“. 

Selain itu, daging setengah matang masih memiliki kadar air yang lebih banyak ketimbang daging yang sudah matang sepenuhnya. Oleh karena itu, perpaduan antara myoglobin serta sisa air yang ada di dalam daging membuat steak mengeluarkan cairan merah yang selama ini dianggap darah.

Makan daging sapi
Makan daging sapi (istimewa)

Lalu, apakah cairan merah pada daging steak aman untuk dikonsumsi?

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved